Sikap (Positif) + Syukur = Bahagia

  • Attitude + Gratitude = Beatitude
Author | Selasa, 23 Oktober 2018 13:27 | Dibaca : : 500
Sikap (Positif) + Syukur = Bahagia

Saya pernah membaca sebuah artikel dengan judul Attitude + Gratitude = Beatitude. Ini adalah salah satu formula kata Bahasa Inggris favorit saya. Formulanya sangat sederhana, mudah diingat, penuh kebenaran, dan berima. Ketika kita mempertahankan sikap positif dalam memandang kehidupan, kita dapat melihat cahaya bahkan di tengah-tengah kegelapan (Attitude). Ketika kita bersyukur atas semua yang kita miliki, kita tidak akan membuang energi kita untuk mengejar lebih banyak lagi (Gratitude). Kedua prinsip sederhana ini akan menuntun kita menuju kebahagiaan sejati (Beatitude).

Attitude (Sikap)

Kita adalah orang-orang yang memiliki iman. Kita dapat menggunakan iman kita untuk mendekati masa-masa sulit dalam hidup kita dengan harapan bahwa Allah selalu menyertai kita. Ketika kita hidup sesuai dengan kehendak-Nya, melakukan apa yang Dia ingin kita lakukan, yang membuat kita bahagia,— kita membebaskan diri dari kebutuhan untuk mencari kebahagiaan. Kita harus selalu tetap positif, melihat kebaikan dalam keburukan, terang dalam kegelapan, tujuan dari segala sesuatu, dan rencana Tuhan yang bekerja dalam kehidupan kita.

Sikap positif atau pandangan hidup yang benar memungkinkan kita untuk mempertahankan kebahagiaan dan sukacita di setiap tahap kehidupan kita, karena kita dapat melihat bahwa ada sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri. Ada sesuatu yang lebih besar dari masalah dan kekuatiran kita.

Sikap yang benar dan baik membebaskan kita dari bahaya jatuh ke dalam mangsa hasrat hidup posesif yang akan menyebabkan kematian kita. Sikap positif membantu kita untuk mengatasi semua itu dan memperbaiki pandangan kita pada Tuhan yang merupakan tujuan akhir kita. Kita dapat melihat bahwa semua yang kita katakan, semua yang kita lakukan, setiap situasi atau keadaan yang kita lalui, adalah bagian dari rencana-Nya untuk menjadikan kita orang-orang bersih, untuk membawa kita ke Surga di mana kita akan menikmati kebahagiaan kekal bersama-Nya.

Gratitude (Syukur, Terima kasih)

Kita cenderung tidak tahu berterima kasih pada apa yang kita miliki dengan rasa tidak puas dan keinginan mencari lebih banyak lagi. Syukur adalah hal penting yang tidak hanya membebaskan diri kita dari pengejaran berlebihan akan kesenangan duniawi, tetapi juga memungkinkan kita untuk menyadari betapa terberkatinya kita sesungguhnya.

Syukur menunjukkan kepada kita bahwa semua yang kita miliki merupakan hasil dari kebaikan Tuhan yang tak terbatas. Ini perlu diingat. Untuk beberapa alasan kita cenderung fokus pada peristiwa negatif, bagian terburuk dari hari kita selalu kita ingat. Lihatlah berita. Sangat sedikit porsi hal baik yang diberitakan. Ada lebih banyak — pembunuhan, pemerkosaan, serangan teroris, perampokan, bencana, pertengkaran, hoax, persaingan menghiasi lembaran-lembaran berita. Bagaimana dengan hal-hal baik yang dilakukan orang-orang?

Di sinilah letak dari rasa syukur. Syukur mengingatkan kita akan begitu banyak hal hebat yang telah Tuhan lakukan untuk kita. Bahwa semua kesuksesan, sukacita, dan bakat kita berasal dari-Nya. Kita dapat melihat kehidupan itu sendiri lebih dari sekadar peluang. Kehidupan adalah anugerah yang berharga. Penderitaan kita memiliki tujuan dan membantu kita untuk tumbuh dan terus memperbaiki diri. Segala sesuatu memiliki cahaya baru ketika kita mengalihkan fokus dari diri kita sendiri dan mengakui peran-Nya dalam kehidupan kita.

Beatitude (Kebahagiaan)

Kata beatitude sering diterjemahkan sebagai "diberkati" atau "bahagia". Kita mengenal Ucapan Bahagia dari Khotbah Yesus di Bukit pada Bab 5 Injil Matius, “Berbahagialah orang yang murah hati ...” atau “berbahagialah mereka…” Singkatnya, beatitude berarti kebahagiaan.

Ketika masih kanak-kanak, kita pada umumnya selalu bahagia. Kita tidak stres tentang masalah kita. Kita percaya sepenuhnya pada orang tua kita. Kita berterima kasih atas apa yang kita miliki. Hampir selalu ada senyuman di wajah kita.

Ketika kita bertumbuh dewasa, kita menghabiskan sebagian besar waktu dan energi kita dalam hidup untuk mencari kepenuhan dan kebahagiaan. Sayangnya, yang kita kejar sering merupakan kesenangan, kekuasaan, dan harta tanpa akhir. Hal ini hanya akan menyebabkan lebih banyak kekosongan dan ketidakpuasan terhadap kehidupan. Ucapan Bahagia yang disampaikan Yesus adalah peta jalan menuju kebahagiaan dan kepenuhan hidup.

Roadmap to Happiness  (Peta Jalan Menuju Kebahagiaan)

Seorang teman saya berkisah bahwa setiap hari ketika berdoa ia berusaha untuk memenuhi pikirannya dengan semua hal hebat yang telah Tuhan lakukan untuknya, cara luar biasa yang telah Tuhan lakukan dalam hidupnya. Teman itu menyadari bahwa terlalu sering ia meminta Tuhan untuk memberi lebih banyak dan tidak berterima kasih kepada-Nya atas apa yang telah Dia lakukan. Berkaca pada setiap aspek kehidupannya, teman itu dapat melihat tangan Tuhan terulur untuk menuangkan banyak berkat. Ia tidak bisa untuk tidak bersyukur!

Sikap teman saya itu telah berubah secara drastis sejak ia mengalami kecelakaan dan selamat. Sejak saat itu ia berusaha untuk memiliki pandangan yang lebih positif tentang berbagai hal dan melihat setiap hari sebagai penuh peluang dan berkat. Ini tidak berarti ia tidak mengalami hari-hari pahit, atau minggu-minggu pilu, atau bulan-bulan tantangan, atau tahun-tahun galau . Perspektifnya tentang kehidupan telah banyak berubah sejak peristiwa itu. Ia mulai melihat cahaya bahkan di kegelapan, keselamatan di dalam kubangan dosa.

Teman saya itu menambahkan kisahnya bahwa beberapa minggu setelah peristiwa itu ia pergi menemui seorang dokter yang adalah kawan dari temannya untuk memastikan bahwa bagian dalam dari tubuhnya aman-aman saja setelah kecelakaan itu. Ketika bertemu, dokter itu bertanya : “Apa kabarmu?” Teman saya itu menjawab: “Saya baik-baik saja, dok.” Lalu teman saya itu menanyakan kabar dokter itu. Sang dokter menjawab: “Saya diberkati!” Teman saya itu tersentak dengan jawaban dokter itu. Dokter itu kemudian bertanya: “Mengapa Anda terkejut? Anda tersentak dengan jawaban saya?”–“baik-baik saja, luar biasa atau sehat” itu biasa. “Saya diberkati!” adalah jawaban seseorang yang memiliki Attitude dan Gratitude. “Saya diberkati (setiap hari)!” adalah jawaban seorang yang ingin bahagia (Happy).

Para pencinta gemapasionis.org: “Apa kabarmu hari ini?”

Mari kita menjawab: “Saya diberkati!”

P.Avensius Rosis,CP

Ditahbiskan menjadi imam dalam Kongregasi Pasionis pada 18 Agustus 2009 di Gereja Katedral Jakarta. Februari 2016 - Juli 2017 berada di Melbourne, Australia. Sekarang bertugas mendampingi para Novis Pasionis di Biara Santo Gabriel dari Bunda Berdukacita, Batu, Malang. | Profil Selengkapnya

www.gemapasionis.org | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Leave a comment