Untuk-Mu Aku Bernyanyi

Author | Senin, 25 Maret 2019 10:00 | Dibaca : : 121
Untuk-Mu Aku Bernyanyi

 

Ketika aku melihat-Mu, terpaku tak berdaya di kayu salib,

aku dihadapkan pada kejahatan dari dosa-dosaku.

Ketika aku melihat-Mu, ditinggalkan oleh manusia,

aku hanya ingin bernyanyi untuk-Mu dengan cara terbaik yang aku bisa:

Aku mencintai-Mu, Yesus.

Aku sangat mencintai-Mu.

Tetaplah bersamaku, Yesus.

Jangan tinggalkan aku.

Aku ingin mencintai-Mu sampai hari di mana aku menutup waktuku.

 

Ketika aku melihat-Mu, tergantung lemah di kayu salib,

aku menatap wajah-Mu, bagai melihat wajah sahabatku.

Ketika aku melihat-Mu, ditinggalkan oleh manusia,

hatiku bagai diiris sembilu, dan aku hanya bisa bernyanyi untuk-Mu dengan cara terbaik yang aku bisa:

Aku mencintai-Mu, Yesus.

Aku sangat mencintai-Mu.

Tetaplah bersamaku, Yesus.

Jangan tinggalkan aku.

Aku ingin mencintai-Mu sampai hari di mana aku menutup waktuku.

 

Ketika aku melihat-Mu, kesakitan di kayu salib,

Aku terdiam, dengan hanya air mata mengalir di wajahku.

Ketikaku melihat-Mu, dihina oleh manusia,

aku merasakan cinta-Mu di dalam diriku, dan aku hanya bisa bernyanyi untuk-Mu dengan cara terbaik yang aku bisa:

Aku mencintai-Mu, Yesus.

Aku sangat mencintai-Mu.

Tetaplah bersamaku, Yesus.

Jangan tinggalkan aku.

Aku ingin mencintai-Mu sampai hari di mana aku menutup waktuku.

 

Salam Pasio!

"Semoga Sengsara Yesus Kristus Selalu Hidup di Hati Kita"
P.Avensius Rosis,CP

Ditahbiskan menjadi imam dalam Kongregasi Pasionis pada 18 Agustus 2009 di Gereja Katedral Jakarta. Februari 2016 - Juli 2017 berada di Melbourne, Australia. Sekarang bertugas mendampingi para Novis Pasionis di Biara Santo Gabriel dari Bunda Berdukacita, Batu, Malang. | Profil Selengkapnya

www.gemapasionis.org | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Leave a comment