Padang Gurun Menuju NATAL

  • Refleksi Hari Minggu III Adven 2018
Author | Minggu, 16 Desember 2018 19:04 | Dibaca : : 1130
Ilustrasi Ilustrasi

Bacaan 1 : Zefanya 3:14-18a

Bacaan 2 : Filipi 4:4-7

Injil : Lukas 3:10-18

Yohanes Pembaptis menjadikan padang gurun sebagai tempat di mana ia mewartakan pertobatan. Situasi dan keadaan padang gurun kerap menjadi tempat yang sangat tepat bagi seseorang untuk merefleksikan hidupnya, menemukan dirinya, bertobat dan memulai langkah baru dalam hidup. Padang gurun sendiri memiliki tempat yang sangat unik dalam Kitab Suci dan dalam setiap rencana keselamatan Tuhan bagi manusia. Kemenangan-kemenangan selalu harus melewati padang gurun. Orang Israel harus melewati padang gurun sebelum tiba di Kanaan. Banyak tokoh-tokoh Alkitab juga harus melewati padang gurun sebelum menikmati kemenangan. Musa harus hidup di padang gurun selama hampir 40 tahun sebelum dipanggil memimpin umat Israel. Daud harus hidup di padang gurun selama 17 tahun sebelum menduduki singgasana raja. Raja Yosafat harus melewati padang gurun Edom sebelum meraih kemenangan atas Moab. Yesus Kristus harus mengalami padang gurun untuk dicobai oleh Iblis sebelum memulai karya-Nya.

Proses perjalanan melewati padang gurun akan merubah sikap dan cara pandang kita.  Kita mungkin menjadi orang-orang yang lebih sabar terhadap yang lain. Mungkin menjadi orang yang lebih rendah hati, yang lebih peduli dan peka terhadap penderitaan sesama, atau menjadi orang yang lebih bersedia menolong sesama tanpa mengharapkan imbalan. Perubahan selama di padang gurun mengubah kita menjadi orang-orang yang selalu bersyukur kepada Tuhan dengan apa yang kita miliki, orang yang lebih berhikmat dalam membuat keputusan, atau orang yang mampu melihat dengan jelas tujuan hidup berdasarkan rencana Tuhan bagi hidup kita. Inilah catatan awal yang bisa kita dapatkan dari permenungan ‘mengapa Yohanes Pembaptis memilih padang gurun sebagai tempat di mana ia mewartakan pertobatan?’

Yohanes Pembaptis menyerukan pertobatan dalam konteks padang gurun dan mendesak orang-orang yang mendengarkannya untuk berpaling dari dosa-dosa mereka dan kembali kepada Allah. Mereka harus mengekspresikan penyesalan mereka akan dosa-dosa mereka dengan memberi diri “dicuci” di perairan Sungai Yordan. Ia menegaskan apa yang sebenarnya mereka butuhkan, yakni awal yang baru, cara hidup baru.

Kita membaca dalam Injil bahwa orang-orang dengan kelompok-kelompok tertentu di antara mereka menanyakan hal yang sama kepada Yohanes Pembaptis pertanyaan : 'Jika demikian, apakah yang harus kami lakukan?' Mereka kemudian menerima perintah sebagai jawaban yang dapat kita rangkum dalam tiga sikap hidup benar versi Yohanes Pembaptis: pertama, bagikan dengan orang lain baik makanan maupun pakaian. Kedua, bersikap adil dan benar dalam urusan dengan orang lain, dan jangan pernah berbuat curang kepada siapa pun. Ketiga, jangan menggertak orang lain, dan jangan merampas hak mereka.

Kekuatan khotbah dan kepribadian Yohanes memberi kesan mendalam bagi orang banyak yang mendengarkan dia. Mereka mulai bertanya satu sama lain, ‘kalau-kalau ia adalah Mesias.' Tetapi Yohanes Pembaptis yang mengetahui hal itu menegaskan kepada mereka kebenaran, 'Saya telah mencuci kamu dengan air, sebagai tanda bahwa hatimu harus bersih. Tetapi Seorang yang lebih berkuasa daripada aku sedang dalam perjalanan; dan membungkuk untuk membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan memberikan kepada kamu kekuatan penuh dari Allah yakni Roh Kudus. Ia benar-benar akan mengubah pikiranmu, hatimu, sikapmu, perilakumu, dan seluruh dirimu.

Pesan Yohanes Pembaptis ini menggugah kita juga untuk menyadari bahwa waktu persiapan batin kita untuk perayaan Natal jauh lebih penting dari mendapatkan barang-barang dan makan-minum untuk bersukaria di hari Natal. Adven adalah waktu untuk mengindahkan pesan Yohanes Pembaptis tentang arti dari keistimewaan Allah yang datang ke dalam hidup kita dalam pribadi Putra-Nya. Jadi, kita dituntun untuk bertanya pada diri sendiri. 1). Seberapa luas dan dalamnya keasadaran saya saat ini untuk berbagi dengan orang lain pada Natal tahun ini, terutama kepada mereka yang paling miskin dan paling terabaikan di dalam masyarakat? 2). Seberapa adil dan benarnya saya kepada orang-orang yang hadir dalam hidup saya? 3). Apakah saya bisa berhenti menyakiti perasaan orang lain dan tidak lagi ‘merampas’ hak mereka?

'Tuhan sangat dekat,' Santo Paulus Rasul mengingatkan kita dalam Bacaan kedua (Filipi 4:4-7) dan ‘Ia ada di tengah-tengahmu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan’ (Zefanya 14:-18a). Inilah kesempatan emas bagi kita untuk memulai tahap baru dalam perjalanan hidup kita. Kehadiran dan karunia Yesus Kristus kepada kita mengundang kita untuk membuat tiga tanggapan sebagai jalan pembaruan diri: pertama, seperti dikatakan dalam bacaan pertama, Tuhan menghendaki kita untuk 'bersorak-sorai ...bergembira, bersukacita dan bersukaria dengan segenap hati, karena Ia ada di tengah-tengah kita'. Kedua, Tuhan meminta kita untuk mengubah hidup kita, seperti ajakan Yohanes Pembaptis dalam Injil. Ketiga, Tuhan mengundang kita untuk semakin tekun berdoa seperti yang dikatakan dalam bacaan kedua: ‘Janganlah kamu kuatir akan apa pun juga, tetapi dalam segala hal nyatakanlah keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur’.

Akhirnya, marilah kita pergi ke padang gurun untuk menemui Yohanes Pembaptis dan mendengarkan ia berbicara tentang pertobatan dan pembaruan diri, agar kita pada hari Natal nanti dapat pergi ke padang rumput bersama para gembala untuk mendengarkan nyanyian para malaikat: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

 

 

P.Avensius Rosis,CP

Ditahbiskan menjadi imam dalam Kongregasi Pasionis pada 18 Agustus 2009 di Gereja Katedral Jakarta. Februari 2016 - Juli 2017 berada di Melbourne, Australia. Sekarang bertugas mendampingi para Novis Pasionis di Biara Santo Gabriel dari Bunda Berdukacita, Batu, Malang. | Profil Selengkapnya

www.gemapasionis.org | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Leave a comment