Refleksi Natal 25 Desember 2017

Author | Selasa, 26 Desember 2017 12:30 | Dibaca : : 1488
Adoration of the Shepherds - lukisan oleh Gerard Van Honthorst Adoration of the Shepherds - lukisan oleh Gerard Van Honthorst

Kemuliaan bagi Allah di Tempat Yang Mahatinggi! Perayaan kelahiran Kristus yang mulia telah dimulai ... Selamat Natal!

Marilah kita  menempatkan diri pada posisi gembala-gembalala itu. Bagaimana perasaan kita? Mereka adalah gembala-gembala miskin dan sederhana yang menghabiskan hari dan malam mereka merawat domba-domba di padang. Malam itu, mereka berkumpul untuk persahabatan. Mudah membayangkan adegan pembicaraan di antara mereka: ada gurauan, tawa dan canda. Juga ada kisah-kisah sedih dan gembira yang mereka alami hari itu dan mereka bagikan dalam kebersamaan itu.  Mereka tentu tidak menyadari apa yang akan terjadi.

Saat mereka berkumpul, seorang malaikat Tuhan menampakkan diri kepada mereka dan menyampaikan "kabar gembira yang besar!" Mereka pasti terkejut dan tertegun. Tetapi itu baru permulaan. Malaikat itu menyampaikan bahwa Juruselamat Dunia telah lahir. Yang paling mengejutkan mereka adalah mereka menyaksikan seluruh  malaikat surgawi datang dan menyanyikan pujian: "Gloria in excelsis Deo!" "Kemuliaan bagi Tuhan di tempat tertinggi!"

Gembala-gembala yang rendah hati itu adalah yang pertama dipanggil Tuhan untuk pergi dan menyambut Raja yang baru lahir. Yang menakjubkan adalah bahwa Tuhan tidak pertama kali memanggil orang-orang yang dianggap "penting" pada masa itu. Dia memanggil gembala-gembala miskin itu. Satu hal yang mau dikatakan kepada kita di sini adalah bahwa, di mata Tuhan, semua sama. Tuhan tidak memilih dari kalangan orang-orang yang dipandang penting di mata dunia. Tidak, Dia melihat nilai dan martabat dari setiap orang dan keinginan semua orang, kaya atau miskin, kuat atau lemah, untuk datang kepada-Nya, memuji dan mencinta-Nya.

Natal adalah waktu yang penuh dengan banyak hal menarik.  Ada hadiah-hadiah, pohon Natal yang indah, kandang atau gua Natal yang menarik, acara makan bersama dan berbagai kegiatan lain yang menarik. Tetapi, bagi kita, lebih dari hal itu, Natal harus dilihat sebagai waktu bagi kita untuk merenungkan dan memahami makna dari Hari yang kita nanti-nantikan ini. Kita harus melihat, pertama, bahwa Tuhan memasuki kondisi manusiawi kita dan, dengan berbuat demikian, Dia mengidentifikasikan diri-Nya dengan semua yang kita alami dalam hidup ini. Tuhan mengerti kehidupan manusia! Dia menjalaninya. Kedua, kita harus mengerti bahwa kelahiran Juruselamat dunia dan penampakkan-Nya kepada para gembala menunjukkan bahwa kita masing-masing diundang untuk datang dan bertemu dengan Dia. Tuhan merendahkan diri-Nya dengan cara yang paling mendalam sehingga kita bisa mengenal Dia dan kasih-Nya yang sempurna bagi kita.

"Jangan takut," untuk datang dan melihat Kristus yang datang sebagai Juruselamat kita, seperti dikatakan malaikat itu. Jangan takut untuk datang menemui Dia, mengasihi Dia, menyembah Dia dan mengenal Dia. Juruselamat diberikan kepada kita, hari ini, sebagai bayi: kecil, lemah, rapuh dan polos, sama seperti kita. Jangan takut untuk memandang-Nya dan memuliakan Allah atas kedatangan-Nya.

Marilah kita memuliakan Tuhan yang kini ada bersama kita, yang lahir dan hidup untuk kita. Kita harus percaya  bahwa Tuhan datang untuk kita, setiap kita, bukan hanya untuk beberapa orang. Kita semua kini menjadi orang-orang kecintaan-Nya, orang-orang yang seperti Bunda Maria, dipenuhi berkat Tuhan. Kita tidak sendirian. Tuhan bersama kita. Ia berjuang bersama kita. Marilah kita memuliakan sesama yang ada bersama kita, yang tinggal dan hidup bersama kita. Kita bagi sukacita Natal kepada sesama kita dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang mendatangkan sukacita dan harapan dalam hati mereka. Semoga kita semua dapat menjadi saluran rahmat Tuhan bagi semua orang agar mereka dapat melihat perbuatan kita yang baik dan memuliakan Bapa di surga.

 

DOA

Tuhan, aku mencintai-Mu. Aku berterima kasih atas anugerah Kehadiran Ilahi-Mu di antara kami. Aku berterima kasih kepada-Mu, terutama atas undangan yang Engkau tawarkan kepadaku untuk bergabung dengan para gembala miskin saat mereka datang untuk memuji-Mu. Semoga perayaan Natal ini menjadi saat di mana aku dapat  mengerti, lebih dalam, cinta luar biasa yang Engkau miliki untuk kami anak-anak-Mu. Semoga aku tahu bahwa Engkau datang untukku, untuk menyelamatkanku dan untuk mengundangku bersama dengan orang-orang kecintaanku dan kecintaan-Mu untuk memuji-Mu dalam cara hidupku yang berkenan kepada-Mu. Semoga hatiku dan hidupku, hari ini dan di hari-hari selanjutnya selalu dipenuhi dengan damai-Mu. Amin.

 

Salam Passion.

 

P.Avensius Rosis,CP

Ditahbiskan menjadi imam dalam Kongregasi Pasionis pada 18 Agustus 2009 di Gereja Katedral Jakarta. Februari 2016 - Juli 2017 berada di Melbourne, Australia. Sekarang bertugas mendampingi para Novis Pasionis di Biara Santo Gabriel dari Bunda Berdukacita, Batu, Malang. | Profil Selengkapnya

www.gemapasionis.org | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Leave a comment