Refleksi Natal

Author | Rabu, 04 Januari 2017 14:24 | Dibaca : : 2340
Refleksi Natal

Natal selalu dikaitkan dengan sebuah pesta yg meriah dan ramai, dengan musik, kado Natal, baju baru, dengan kelap-kelip lampu dan lampion di kota dan seterusnya. Namun, Yesus datang kepada kita dalam keheningan untuk mendengarkan suara cinta.

Natal adalah diri kita, ketika kita lahir secara baru setiap hari dan masuk ke dalam puri batin menuju Allah.

Pohon Natal  adalah diri kita, ketika kita dengan kuat menahan angin dan kesulitan-kesulitan hidup.

Hiasan ​N​atal adalah diri kita, ketika keutamaan-keutamaan menjadi warna-warni yang menghiasi hidup kita.

Hadiah ​N​atal adalah diri kita, ketika kita menjadi sahabat sejati bagi semua orang.

Lonceng ​N​atal adalah diri kita, ketika kita memanggil yang lain untuk berkumpul dan bersatu sebagai umat Allah.

Terang ​N​atal adalah diri  kita​, ketika kita menerangi jalan hidup kita dan hidup sesama dengan kebaikan, kesabaran, kegembiraan dan kemurahan hati.

Malaikat ​N​atal adalah diri kita, ketika kita menyanyi untuk dunia dengan Pesan perdamaian, keadilan dan cinta kasih.

Bintang ​N​atal adalah diri kita, ketika kita mengarahkan seseorang untuk bertemu dalam perjumpaan pribadi dengan Tuhan.

Orang ​M​ajus adalah diri kita​, ketika kita memberikan apa yang kita punya kepada orang lain tanpa pandang bulu.

Musik ​N​atal adalah diri kita, ketika kita menyelaraskan kedalaman hati batin dengan nada nada harmoni kehendak Allah.

Kartu ​N​atal adalah diri kita, ketika kita menjadikan kebaikan dan ketulusan ditulis dengan tangan.

Sukacita ​N​atal adalah diri  kita, ketika kita mengampuni dan membangun kembali kedamaian serta rekonsiliasi, bahkan ketika kita sendiri mengalami sengsara dan sakit hati.

Makanan Natal/Hidangan ​N​atal adalah diri kita, ketika kita berbagi makanan dan harapan untuk orang miskin dan lemah yang ada di sekitar kita.

Perjamuan ​Malam ​N​atal adalah diri kita ​, ketika kesederhanaan dan kesadaran yang kita dapatkan dalam keheningan malam penebusan dunia tanpa kebisingan, tanpa perayaan akbar, tanpa hingar bingar.

Kita adalah sebuah senyum dari sebuah kepercayaan diri dan kelembutan hati yg menularkan rasa aman dan nyaman di dalam diri sesama. Dalam kedamaian batin dari Natal yang hening dan bening terdapat sanggar Mahakudus Tuhan, dalam hati nurani kita yg terdalam.

 

Selamat Natal

Semoga kita dapat menjadi  sebuah Natal yang membumi dan nyata.

 

 

P.Avensius Rosis,CP

Ditahbiskan menjadi imam dalam Kongregasi Pasionis pada 18 Agustus 2009 di Gereja Katedral Jakarta. Februari 2016 - Juli 2017 berada di Melbourne, Australia. Sekarang bertugas mendampingi para Novis Pasionis di Biara Santo Gabriel dari Bunda Berdukacita, Batu, Malang. | Profil Selengkapnya

www.gemapasionis.org | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Leave a comment