Waktu Untuk Berjaga-jaga

  • Refleksi Hari Minggu I Adven 2018
Author | Minggu, 02 Desember 2018 13:32 | Dibaca : : 653
Waktu Untuk Berjaga-jaga

Bacaan 1 : Yeremia 33:14-16

Bacaan 2 : 1 Tesalonika 3:12-4:2

Injil : Lukas 21:25-28.34-36

Pada Minggu Adven pertama ini, kita mulai menghitung hari menuju Natal, di mana kita akan merayakan kelahiran Yesus Kristus, Juruselamat dunia dan Juruselamat diri kita. Apa yang harus kita lakukan, selama empat minggu persiapan kita untuk Natal?

Advent adalah waktu untuk berhenti, melihat dan mendengarkan. Waktu untuk melihat ke belakang dan melihat ke depan, waktu untuk mengisi hidup kita, waktu untuk melihat diri kita sebagai bagian yang lebih besar dari Gereja dan dunia, waktu untuk menghargai tempat dari mana kita datang dan ke mana kita pergi, waktu untuk mengingat bahwa pada semua hari, bulan dan tahun hidup kita, Tuhan telah bersama kita dan di samping kita, dan tetap mencintai kita, siapa pun kita.

Adven adalah waktu untuk mendengarkan Tuhan berbicara kepada kita tentang diri kita sendiri, Gereja kita dan dunia kita. Ini adalah waktu untuk membiarkan Tuhan mengingatkan kita melalui bacaan-bacaan Kitab Suci masa Advent tentang menjadi manusia yang kita inginkan dan ingin menjadi manusia yang penuh dengan kehangatan cinta, sukacita, kedamaian, kesabaran, kebaikan, kedermawanan, kesetiaan dan pengendalian diri. Ini adalah waktu di mana kita memperbaikai hubungan kita dengan Tuhan yang terganggu karena ketidaksetiaan kita akan Sabda-Nya dan waktu untuk memperbaiki hubungan kita dengan sesama sebagai akibat dari penolakan dan ketidakpedulian kita.

Adven adalah waktu untuk melakukan keadilan, yang dalam Kitab Suci dinyatakan sebagai saat untuk mengakui dan mempromosikan martabat manusia. “Aku akan menumbuhkan tunas keadilan bagi Daud dan akan melaksanakan keadilan dan kebenaran di seluruh negeri…” (Yer 33:14-16). Kita diundang untuk mewujudkan rencana Tuhan untuk membuka sekat-sekat antarkita dan menggunakan sumber daya pribadi, keluarga, dan gereja kita untuk membantu orang-orang miskin dan yang terinjak praktek ketidakadilan sosial di sekitar kita.

Adven adalah waktu untuk bersyukur kepada Tuhan atas karunia keluarga dan para sahabat yang mendukung dan juga menantang kita. Advent juga berarti meluangkan waktu untuk menghitung semua berkat yang kita terima dan bersyukur kepada Dia Yang mengalirkan semua berkat itu untuk kita.

Adven adalah anugerah Tuhan, yang mengundang kita sebagai individu dan komunitas gereja untuk melepaskan, di satu sisi, dari semua kekacauan dan hal-hal yang tidak berguna dan tidak perlu yang menghancurkan atau mengecilkan kita, dan, di sisi lain, untuk membiarkan Tuhan membentuk kita kembali, dengan nilai-nilai dan prioritas kita.

Hari Minggu Pertama Adven ini sesungguhnya adalah Hari Tahun Baru dari Tahun Gereja kita. Karena itu, ini adalah kesempatan untuk mengoreksi dan memperbaiki diri kita sendiri agar menjadi lebih tersedia dan murah hati kepada orang lain. Ini adalah kesempatan berharga untuk dengan terbuka membangkitkan kembali sumber daya batin kita, mengatur kembali prioritas dan hubungan kita dengan Tuhan dan sesama, dan untuk menyediakan lebih banyak waktu daripada sebelumnya bagi keluarga dan sahabat-sahabat, dan bagi semua orang yang Tuhan percayakan untuk kita cintai.

Marilah kita mengisi masa Adven, seperti ajakan Injil hari ini, dengan berjaga-jaga sambil berdoa agar kita mendapatkan kekuatan untuk luput dari hal-hal yang menghancurkan kita dan yang memisahkan kita dari cinta Tuhan. Marilah kita memelihara hati kita agar terbebas dari pesta pora dan kemabukan akan kepentingan-kepentingan duniawi (bdk. Luk 21:25-28.34-36).

Akhirnya, semoga Tuhan menguatkan hati kita, supaya tak bercacat dan kudus pada waktu kedatangan Yesus Kristus, Tuhan  kita (bdk.  Tes 3:12-4:2). Amin.

 

“Semoga Sengsara Yesus Kristus Selalu Hidup di Hati Kita”

P.Avensius Rosis,CP

Ditahbiskan menjadi imam dalam Kongregasi Pasionis pada 18 Agustus 2009 di Gereja Katedral Jakarta. Februari 2016 - Juli 2017 berada di Melbourne, Australia. Sekarang bertugas mendampingi para Novis Pasionis di Biara Santo Gabriel dari Bunda Berdukacita, Batu, Malang. | Profil Selengkapnya

www.gemapasionis.org | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Leave a comment