Yang Utama dalam Hidup

  • Injil Markus 12:28b-34
Author | Jumat, 29 Maret 2019 07:09 | Dibaca : : 610
Yang Utama dalam Hidup Ilustrasi

Hari ini seorang ahli Taurat mendekati Yesus dan bertanya kepada-Nya, “Perintah manakah yang paling utama? Jawab Yesus: “Tuhan, Allah kita, adalah Tuhan yang esa” dan kita harus “mengasihi Tuhan, Allah kita dengan segenap hati, jiwa, pikiran, dan kekuatan kita. "Yesus melanjutkan dengan mengatakan,"Perintah yang kedua adalah: Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri. "

Saya yakin kata-kata ini sangat akrab bagi kita. Bagi kebanyakan dari kita, kata-kata ini terukir di benak dan hati kita sejak usia yang sangat muda. Semoga ini terus menjadi kenyataan di saat ini. Namun, bisa jadi karena kata-kata ini begitu akrab bagi kita, kita mungkin tidak “mendengar” atau menyadari kebenarannya. Intinya, Yesus hanya meminta dua hal itu dari kita: untuk mengasihi Allah dengan segenap hati kita dan untuk mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri sendiri. Kedengarannya sederhana, bukan?

Tantangan dalam pernyataan ini adalah kemampuan kita untuk mencintai diri sendiri dan juga mencintai sesama kita. Paling sering saya merasa lebih mudah untuk mencintai dan menerima orang lain apa adanya daripada mencintai diri sendiri apa adanya. Saya sering berjuang untuk mencintai diri saya apa adanya. Mungkin saya sendirian dalam hal ini. Namun, saya percaya bahwa beberapa, jika tidak kebanyakan dari kita, berjuang untuk mencintai dan menerima diri kita apa adanya. Sering menjadi sangat otomatis untuk mengkritik, menghukum, kecewa dan mempersalahkan diri sendiri.

Coba luangkan waktu sejenak di hari ini dan daftarkan bagaimana kita mengkritik diri sendiri: tentang penampilan, pilihan, kemampuan, kecerdasan, keadaan atau sesuatu yang lain.

Hari ini saya mengundang kita untuk memeriksa tentang cara kita berusaha untuk mencintai sesama, kemudian memeriksa cara kita mencintai diri sendiri. Apakah kita mencintai dan memahami diri sendiri seperti halnya kita memahami sesama kita? Jika tidak, saya mengundang kita untuk mencintai dan menerima dengan lembut diri kita sendiri. Kita mungkin menemukan bahwa kita akan memiliki hari yang lebih baik ketika kita mempertahankan sikap penuh kasih terhadap diri sendiri. Cobalah! Kita mungkin akan menemukan tidak hanya bahwa kita menyukai diri kita sendiri, tetapi lebih dari itu kita menyadari bahwa mencintai diri sendiri membuat hidup lebih penuh rahmat dan damai. Sungguh inilah hadiah yang luar biasa untuk diberikan kepada diri sendiri maupun orang lain! Dan seperti kata-kata Yesus hari ini, kita tidak akan jauh dari Kerajaan Allah.

Salam Passio!

“Semoga Sengsara Yesus Kristus Selalu Hidup di Hati Kita”

P.Avensius Rosis,CP

Ditahbiskan menjadi imam dalam Kongregasi Pasionis pada 18 Agustus 2009 di Gereja Katedral Jakarta. Februari 2016 - Juli 2017 berada di Melbourne, Australia. Sekarang bertugas mendampingi para Novis Pasionis di Biara Santo Gabriel dari Bunda Berdukacita, Batu, Malang. | Profil Selengkapnya

www.gemapasionis.org | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Leave a comment