Komunitas Awam Pasionis

Author | Rabu, 06 Maret 2019 08:27 | Dibaca : : 402
P. Gabriele Luigi Antonelli, CP bersama Komunitas Awam Pasionis P. Gabriele Luigi Antonelli, CP bersama Komunitas Awam Pasionis

Salah satu cara bagi umat awam untuk hidup dalam karisma dan spiritualitas Santo Paulus dari Salib adalah bergabung dalam Keluarga/Komunitas Awam Pasionis atau Sahabat Pasionis. Keluaga Awam pasionis telah hadir di Indonesia sejak tahun 1982. Sekarang di Indonesia komunitas awam Pasionis hadir di beberapa kota, seperti antara lain, di Jakarta, Bandung, Malang, Surabaya, Mbai, dan Maumere. Pendamping Komunitas Awam Pasionis Provinsi Regina Pacis (REPAC) Indonesia saat ini adalah P. Marius Lami, CP bersama P. Gabriele Luigi Antonelli, CP dan Kantor Pusat Komunitas Awam Pasionis Indonesia bertempat di Arca Gadog, Keuskupan Bogor.  

Komunitas Awam Pasionis adalah orang-orang yang ingin berjalan bersama Santo Paulus dari Salib sebagai murid Yesus Kristus, seperti dua murid berjalan bersama dan bertemu Yesus di jalan menuju Emaus, mendengarkan ketika Yesus menjelaskan Sabda Salib, menemukan makna bagi kehidupan dari pesan itu dan mengenali Yesus dalam pemecahan roti: Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita? (Lukas 24: 32).

Sejak awal, Santo Paulus dari Salib ingin mewarisi semangat hidupnya kepada umat beriman. Keinginannya untuk mengumpulkan teman-teman pertama-tama diungkapkan dalam komunitas Para Miskin Yesus, yang sekarang dikenal sebagai Kongregasi Pasionis. Kemudian, selain para Imam dan Bruder dari Kongregasi, terdapat kelompok lain yang menimba semangat hidup dan misi St. Paulus dari Salib, seperti Suster-Suster Pasionis Kontemplatif (Rubiah Pasionis), Suster-suster dari Salib dan Sengsara Yesus, Suster-Suster Pasionis dari Santo Paulus dari Salib (dan Kongregasi Religius lainnya, perempuan dan laki-laki yang berbagi dengan cara yang berbeda dalam karisma Pasionis) dan, selama berabad-abad lahir berbagai individu dan kelompok umat awam yang berusaha menghayati kerohanian St. Paulus dari Salib dalam kehidupan mereka sehari-hari.  

Santo Paulus dari Salib telah menulis aturan hidup bagi umat awam pada tahun 1755. Di akhir misi ia berkhotbah di kota Italia, Veroli, sekelompok orang memintanya untuk membantu mereka mendirikan sebuah Persaudaraan Pasionis yang akan mempertemukan mereka yang ingin terus belajar bagaimana merenungkan Sengsara Kristus. Sayangnya, kita tidak memiliki salinan teks kotbah St. Paulus dari Salib tentang hal ini. Namun, ketika kita melihat spiritualitas yang dia berikan kepada para Pasionis awal, kita dapat mengidentifikasi elemen-elemen kunci yang ingin dibagikannya dengan umat beriman atau awam Pasionis.

Berikut adalah elemen-elemen kunci dari Spiritualitas Passionis yang dapat dihidupi oleh Komunitas Awam Pasionis dalam konteks kehidupan mereka sehari-hari. Komunitas Awam Pasionis diundang untuk membangun komitmen kepada Yesus, dan berusaha menempatkan penderitaan-Nya pada pusat kehidupan mereka. Hal ini dapat dijalani melalui:  

  1. merenungkan Sengsara Kristus;
  2. berpartisipasi dalam Ekaristi;
  3. bersatu dalam Keluarga Pasionis melalui doa, secara khusus melalui doa harian “Doa Keluarga Pasionis.”
  4. menghayati nilai-nilai Pasionis tentang keheningan, kemiskinan, dan pertobatan;
  5. berusaha untuk hidup dalam persekutuan dengan persaudaraan dalam keluarga besar Pasionis;
  6. melayani mereka yang menderita karena terpisah dari kasih Allah, membantu memenuhi kebutuhan manusiawi mereka yang miskin, dan mengenali Yesus yang menderita di dalam diri orang-orang tersalib di sepanjang zaman.

Model dan telada bagi Komunitas Awam Pasionis atau Sahabat Passionis adalah Maria, Bunda Tuhan, yang sebagai Bunda Dukacita dan Bunda Harapan mengajarkan kepada kita bagaimana berdiri dalam iman di kaki Salib Yesus dan bagaimana berbagi dalam sukacita dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang pada zaman ini (lih. Gaudium et Spes, 1).

 

 

Doa Harian Komunitas Awam Pasionis

Tuhan Yesus Kristus,

Engkau telah memanggilku untuk menjadi sahabat-Mu,

berjalan di sisimu seperti yang dilakukan kedua murid di jalan menuju Emaus.

Berikan aku rahmat untuk menempatkan pesan Salib di pusat kehidupanku,

agar aku dapat memahami Kitab Suci dan mengenali Engkau dalam Ekaristi.

Mengikuti contoh Santo Paulus dari Salib,

Perkenankan aku merenungkan Penderitaan-Mu, sebagai ungkapan teragung cinta-Mu,

dan agar aku dapat menumukan di dalamnya kekuatan untuk hidup sebagai Keluarga Pasionis.

Bantulah aku untuk setia pada doa dan kesunyian, kemiskinan dan pertobatan.

Biarkan aku terus bertumbuh dalam persekutuan persaudaraan dengan anggota lain dari keluarga Pasionis.

Berilah aku rahmat untuk hidup setiap hari dalam persatuan dengan-Mu,

untuk menanggapi dengan cinta kehadiran-Mu pada sesamaku yang menderita,

dan untuk berbagi dengan semua orang di seluruh dunia kekayaan iman, harapan dan kasih yang telah Engkau berikan kepadaku.

Amin.

 

Komunitas Awam Pasionis Indonesia juga aktif dalam mewartakan Spiritualitas Pasionis melalui karya pelayanan Pameran Kain Kafan ke berbagai paroki di berbagai Keuskupan di Indonesia. Tentang hal ini akan ada artikel khusus yang akan kami berikan kepada Anda para pencinta blog gemapasionis

Salam Passion!

“Semoga Sengsara Yesus Kristus Selalu Hidup di Hati Kita”

 

P.Avensius Rosis,CP

Ditahbiskan menjadi imam dalam Kongregasi Pasionis pada 18 Agustus 2009 di Gereja Katedral Jakarta. Februari 2016 - Juli 2017 berada di Melbourne, Australia. Sekarang bertugas mendampingi para Novis Pasionis di Biara Santo Gabriel dari Bunda Berdukacita, Batu, Malang. | Profil Selengkapnya

www.gemapasionis.org | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Leave a comment