Memperbaharui Misi Kita: Syukur

Author | Rabu, 03 Jun 2020 20:07 | Dibaca : : 134
Memperbaharui Misi Kita: Syukur

Yang pertama dari tiga kata dalam Logo Yubileum kita membawa kita langsung kepada inti dari karisma Pasionis, yang kita definisikan dengan tepat sebagai Memoria Pasionis – Kenangan akan Sengsara Kristus. Kenangan dan sengsara saling terkait erat satu sama lain. Santo Paulus dari Salib menyatakan ‘kenangan penuh syukur atas sengsara dan kematian Yesus Kristus, Tuhan kita’ sebagai kaul keempat kita.

Rasa syukur datang dari salib cinta Penebus kita, yang melaluinya kita telah dianugerahi keselamatan. Dalam doa tradisional di hari Jumat, kita mengatakan: Aku berterima kasih kepada-Mu, Tuhan Yesus Kristus, karena telah mati bagiku. Jangan biarkan darah dan luka-Mu, yang diderita demi aku, sia-sia.

Kenangan penuh syukur atas Sengsara Kristus adalah inti dari karisma kita; melalui itu kita mengambil tempat di dalam Gereja. Semoga Sengsara Tuhan kita Yesus Kristus selalu berada di hati kita. Doa utama dari kongregasi kita ini adalah  warisan Santo Paulus dari Salib. Doa itu juga mengandung sikap syukur. Hal itu untuk mengatakan bahwa rasa syukur harus selalu tertulis di hati kita sebagai Pasionis.

Hati dan salib, terhubung melalui nama suci Yesus. Ini adalah dasar dari lencana Pasionis yang kita kenakan pada jubah kita. Dalam arti tertentu, itu adalah "merek dagang" eksterior tempat Pasionis diakui. Lencana yang dikenakan di dada itu adalah tanda yang senantiasa mengingatkan kita untuk menginternalisasikan Misteri Sengsara dan Kematian Tuhan kita Yesus Kristus; dan melalui kenangan akan hal ini di dalam diri kita dapat senantiasa tumbuh rasa syukur  yang mendalam.

 Kesadaran sepenuh hati untuk bersyukur atas kasih Kristus yang menyelamatkan, yang dinyatakan dalam Sengsara-Nya, demi penebusan dunia, benar-benar mendorong kita untuk memberitakan Injil Sengsara sebagai kabar gembira dan undangan untuk bersyukur. Setelah semua yang dikatakan, harus menjadi jelas bagi kita bahwa panggilan Pasionis juga membawa undangan untuk bersyukur. Adalah sangat manusiawi bahwa setiap orang memahami keberadaannya sebagai yang “disambut”. Tidak ada yang diterima begitu saja. Kita seharusnya tidak pernah berhenti kagum dan bersyukur atas berbagai mukjizat besar dan kecil dari tangan Allah dalam kehidupan kita sehari-hari.

Saat kita mempersiapkan peringatan 300 tahun pendirian Kongregasi kita, adalah penting bagi kita untuk bersyukur  kepada Tuhan kita atas Karisma Santo Paulus dari Salib, atas panggilan pribadi kita sebagai Pasionis, dan untuk semua kebaikan yang telah dicapai oleh saudara-saudara kita di dalam dunia. Kita bersukacita atas tuaian yang kaya ini yang mana kita memiliki kesaksian dari banyak Santo dan Beato (Orang-orang Kudus Pasionis). Kita juga ingin melihat ke masa depan dengan penuh rasa syukur. Pada saat yang sama, kita harus realistis dan sadar akan masalah-masalah dalam Gereja dan dunia. Namun, berkat iman kita, kita yakin bahwa Tuhan hanya mengharapkan kebaikan untuk kita, dan sedang mempersiapkan kita untuk kebaikan itu ketika kita mengikuti kehendak-Nya. Karena itu, kita memandang ke depan dengan keyakinan yang kaya akan rasa syukur.

 

Salam Passio!

 

“Semoga Sengsara Yesus Kristus Selalu Hidup di Hati Kita”

P.Avensius Rosis,CP

Ditahbiskan menjadi imam dalam Kongregasi Pasionis pada 18 Agustus 2009 di Gereja Katedral Jakarta. Februari 2016 - Juli 2017 berada di Melbourne, Australia. Sekarang bertugas mendampingi para Novis Pasionis di Biara Santo Gabriel dari Bunda Berdukacita, Batu, Malang. | Profil Selengkapnya

www.gemapasionis.org | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Leave a comment