P.Avensius Rosis,CP

P.Avensius Rosis,CP

Ditahbiskan menjadi imam dalam Kongregasi Pasionis pada 18 Agustus 2009 di Gereja Katedral Jakarta. Februari 2016 - Juli 2017 berada di Melbourne, Australia. Sekarang bertugas mendampingi para Novis Pasionis di Biara Santo Gabriel dari Bunda Berdukacita, Batu, Malang. | Profil Selengkapnya

Website URL: http://www.gemapasionis.org  

Memperbaharui Misi Kita: Syukur

Rabu, 03 Jun 2020 20:07

Kesadaran sepenuh hati untuk bersyukur atas kasih Kristus yang menyelamatkan, yang dinyatakan dalam Sengsara-Nya, demi penebusan dunia, benar-benar mendorong kita untuk memberitakan Injil Sengsara sebagai kabar gembira dan undangan untuk bersyukur.

AKU MEMANGGILNYA IBU

Rabu, 03 Jun 2020 00:48

Dan kini ia jelas di mataku...... dia adalah seorang wanita tercantik yang pernah kulihat. Tatapannya yang lembut membuatku merasa nyaman. Senyumannya menyadarkanku bahwa tangisan bukanlah cara yang terbaik untuk keluar dari persoalan hidup yang kualami.....

Levinas dalam “filsafat wajahnya” menunjukkan bahwa manusia dalam segala penghayatannya dan sikap-sikap hidupnya didorong oleh sebuah impuls etis, yaitu berupa tanggung jawab terhadap sesama manusia. Impuls etis ini dimengerti sebagai Charitas, wujud riilnya dalam bentuk “tanggung jawab etis terhadap yang lain”.

“Terus mencintai, bahkan ketika sulit, ketika hatiku mengeluh, ketika aku merasa ditolak! Ya, ini adalah keinginan Tuhan! Aku akan mencoba; aku akan memulai walaupun aku bisa gagal, hingga aku pantas mencintai. Tuhan Allah telah memberiku kasih karunia dan aku harus bekerja dengan rahmat itu.”

Br. Lorenzo selalu berprinsip bahwa, ”seseorang tidak bisa berbicara tentang kemiskinan jika ia tidak mengalami kemiskinan melalui suatu keterhubungan langsung dengan kemiskinan itu sendiri. Pergilah ke sana, hidupilah di sana, pahami persoalannya dari dalam sana dan belajarlah!”

Merenungkan tema Yubileum: Memperbarui Misi Kita: Syukur, Nubuat, Harapan, saya mendorong semua anggota Kongregasi untuk secara aktif memotivasi anggota keluarga Pasionis untuk: Dengan rendah hati mengenang masa lalu dengan penuh syukur kepada Allah Yang Maha kasih dan Penyayang yang telah memberkati kita (syukur); membaca tanda-tanda zaman dan menemukan cara-cara baru untuk evangelisasi yang berpusat pada Sengsara Yesus Kristus (nubuat) dan memukan rencana dan janji Allah untuk masa depan yang lebih bermakna (harapan).

Dari kenangan yang penuh syukur atas masa lalu kepada memelihara cinta dengan penuh semangat bagi Kongregasi kami ... Dari memandang Kristus di Kayu Salib, kepada melihat Kristus di dalam salib ... Dari sekadar optimisme, kepada kepercayaan penuh akan janji Tuhan...

Kita sedang merayakan peringatan 300 tahun berdirinya Kongregasi Pasionis. St. Paulus dari Salib, menulis Regula pertama dari Kongregasi Pasionis selama 40 hari retretnya pada tahun 1720. Tema Tahun Yubelium adalah "Memperbarui Misi Kita."

Allah begitu mengasihi dunia sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya padan-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. (Yoh. 3: 16-17)

Panitia Yubileum – pada kesempatan tiga abad berdirinya Kongregasi Pasionis – menawarkan kepada segenap keluarga besar Pasionis beberapa topik permenungan sederhana, yang bagi sebagian orang berfungsi sebagai bahan studi dan bagi sebagian orang lainnya berfungsi sebagai penyegar ingatan, dengan keinginan untuk menyatukan VISI DAN IDENTITAS BERSAMA, seputar impian Allah dalam diri Santo Paulus dari Salib dan kekuatan yang dihasilkan oleh kesaksiannya dalam sejarah perkembangan Gereja dan yang telah menginspirasi banyak orang untuk mencintai Yesus Tersalib.

Halaman 1 dari 21