Passion : Jalan Hidup Yang Mengubah Kehidupan

Author | Kamis, 19 Januari 2017 10:29 | Dibaca : : 2877
Ilustrasi Ilustrasi

 "Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah  yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku"(Galatia 2,19-20). Rasul Paulus menyadari pentingnya membawa Kristus Tersalib dalam hidupnya. Ia juga dengan kesaksian ini mengajak kita untuk melakukan hal yang sama. Kenangan akan Sengsara Yesus harus terus bertumbuh di dalam diri kita. Hal ini membantu kita untuk bertumbuh dalam kedewasaan. Semakin kita menenggelamkan diri dalam Sengsara Yesus, semakin kenangan itu menjadi hidup di dalam diri kita. Kenangan itu mengubah kita menjadi saksi dari Sang Tersalib, yang dari hari ke hari membuat kita terus bertumbuh dalam iman. Ini menjadi sebuah benih unggul dalam hidup kita. Hidup kita bertumbuh. Hidup kita berbuah. Hidup kita berubah.

Ketika kita merenungkan kata "passion" kita dibawa ke dalam misteri Tuhan Yesus, yang menyerahkan diri-Nya ke tangan orang-orang berdosa dan menderita sengsara hingga wafat di salib. Kalimat ‘menyerahkan diri’ membawa kita pada pengertian bahwa "passion" tidak hanya mengungkapkan sebuah kisah penderitaan tetapi lebih jauh sebagai sebuah jalan hidup yang Yesus ambil untuk menyelamatkan manusia.

Kaul merenungkan, menghayati dan mewartakan Sengsara Yesus adalah jalan hidup yang kita ambil untuk memelihara misteri Sengsara Yesus dalam hati dan pikiran sehingga kita dapat bertumbuh dalam kesediaan dan kesiapan untuk juga memasuki misteri itu. Kekuatan renungan Sengsara Yesus menggerakan kita untuk meneladani Kristus dan bekerja sama dengan-Nya untuk menyelamatkan umat manusia dari kegelapan dan bayang-bayang kematian.

Kenangan Sengsara Yesus selanjutnya berbuah pada perubahan dalam hidup kita. Setiap orang yang merenungkan Sengsara Yesus masuk dalam kehidupan Yesus dan ambil bagian dalam karya keselamatan Allah. Perubahan hidup itu akan terungkap dengan meneladani Yesus, yang diutus oleh Bapa, bukan untuk menghukum dunia tetapi untuk menyelamatkannya. Memelihara kenangan sengsara Yesus berarti kita hidup dengan kata-kata Yesus, yang mengungkapkan Allah sebagai Bapa dan Cinta yang tak terbatas (Yoh 3, 16-17). Hidup dengan kata-kata Yesus membawa kita menjadi seperti Yesus yang hidup di dunia ini untuk mengungkapkan Allah sebagai Bapa yang mengasihi semua orang dari berbagai suku dan bangsa. Hidup dengan kata-kata Yesus memanggil kita untuk menciptakan dan membentuk komunitas Kristen di mana anak-anak Allah hidup bersama sebagai saudara.

Marilah kita terus memelihara dan menghidupi kenangan sengsara Yesus agar kita dapat menikmati persekutuan abadi dengan Allah dan merasakan kehidupan yang penuh dengan kedamaian serta memiliki harapan yang selalu bercahaya.

 

 

‘SEMOGA SENGSARA YESUS KRISTUS SELALU HIDUP DI HATI KITA’

 

 

P.Avensius Rosis,CP

Ditahbiskan menjadi imam dalam Kongregasi Pasionis pada 18 Agustus 2009 di Gereja Katedral Jakarta. Februari 2016 - Juli 2017 berada di Melbourne, Australia. Sekarang bertugas mendampingi para Novis Pasionis di Biara Santo Gabriel dari Bunda Berdukacita, Batu, Malang. | Profil Selengkapnya

www.gemapasionis.org | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Leave a comment