Hidup tidak menjadi lebih indah tanpa cinta itu sendiri Featured
Author SEKUNDUS SEPTO PIGANG TON, CP MAHASISWA SEKOLAH TINGGI FILSAFAT TEOLOGI WIDYA SASANA MALANG | Minggu, 16 April 2023 13:47 | Dibaca : : 1231
Cinta itu berasal dari Allah, dan di tempat inilah sungguh hadir dalam peziarahan mengejar sesuatu yang lebih sempurna. Kesempurnaan hanya terjadi dalam relasi yang erat dengan Allah. Dalam relasi yang erat, manusia berani melepaskan segala sesuatu untuk mencintai Allah. Karena dalam Allah Cinta bisa ditemukan. Ubi caritas Deus Ibi Est. Dimana ada cinta di situ Tuhan ada. Kata-kata ini tidak asing lagi di telinga setiap orang dalam kehidupan setiap hari, Allah hadir dalam cinta. Karena cinta akan dunia maka Allah hadir di tengah dunia dalam diri putra-Nya, dan karena cinta itu pula manusia menghadirkan sosok wajah Allah, untuk mewartakan kebenaran Sang Cinta itu sendiri. Jika setiap orang mengalami dan merasakan cinta, maka keinginan paling dalam adalah bersatu dalam jiwa. Santo Paulus berkata sangat menarik mengenai cinta. Ia berkata “jika tanpa cinta ia bukanlah apa-apa”. Demikian juga hidup manusia, jika tanpa cinta dari Allah, manusia tidak memiliki hidup yang berharga. Sehingga manusia harus sungguh, melepaskan segala sesuatu, demi mencintai Allah. Hanya kepada Allah manusia harus berani merelakan diri, untuk mengabdi seumur hidup, berjalan bersama Allah, mewartakan kasih Allah dan memberikan yang terbaik untuk Allah.
Published in
Inspirasi