Renungan Minggu Prapaskah I

Author Fr. Andreas Pisin, CP | Sabtu, 27 Februari 2021 14:30 | Dibaca : : 104
Renungan Minggu Prapaskah I

 

Bacaan I: Kej 9:8-15

Mazmur Tanggapan: Mzm 25:4bc-5ab.6-7ab.8-9

Bacaan II: 1Ptr 3:18-22

Bacaan Injil: Mrk 1:12-15

Renungan:

Saudara-saudaraku yang terkasih dalam Kristus Tersalib.

       Kita berada kembali dalam masa penuh rahmat, masa dimana Gereja mengajak kita untuk menjalani ret-ret agung selama 40 hari. Pada masa ini kita diajak untuk menyelami misteri sengsara Tuhan kita Yesus Kristus. Kita diajak untuk mengikuti Yesus yang menderita karena kelemahan dan dosa kita umat manusia yang dipikul-Nya, agar kita bisa menemukan kebijaksaan yang terkandung dalam semua tindakan Allah yang rela menderita bagi kita. Masa prapaskah juga mau menyadarkan kita betapa besar kasih Allah kepada kita, meskipun kita tidak lebih dari pada debu namun Ia mencintai kita tanpa syarat. Masa ini juga mengundang kita untuk menumbuhkan rasa cinta yang mendalam akan Allah yang lebih dahulu menyanyangi kita.

       Pada hari Rabu abu kita telah menandai diri kita dengan abu yang melambangkan kerapuhan manusiawi kita. Abu juga melambangkan perendahan diri, kita bersedia merendahkan diri dan mau dibentuk oleh Allah melalui pertobatan selama 40 hari ke depan. Kita diingatkan dan dipanggil oleh Allah untuk hidup sesuai status kita sebagai anak Allah. Kita membentuk diri kita melalui karya kasih dan laku tapa, agar pada akhirnya kasih Allah sungguh menjiwai hidup kita.

Saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus Tersalib.

       Injil hari ini mengajak kita untuk mengisi masa Prapaskah dengan bertobat, “bertobatlah dan percayalah kepada injil”. Ajakan ini bermaksud mengundang kita untuk bertobat dari sikap kurang percaya akan penyelenggaraan dan kerahiman Allah atas diri kita. Kita diajak untuk beralih dari sikap yang terlalu mengandalakan diri sendiri kepada kepercayaan yang teguh akan kerahiman dan belas kasih Allah. Ajakan ini juga menyadarkan kita bahwa aspek terpenting dalam masa prapaskah bukan hanya terletak pada aktivitas kita berpantang dan berpuasa, melainkan terutama kesadaran kita akan Kerahiman dan belas kasih Allah yang selalu ada dan selalu memberi kesempatan bagi kita untuk memperbarui diri. Ketika kita menyadari hal ini maka pertobatan kita akan semakin sempurna dengan laku tapa yang kita jalani; dengan kesadaran ini kita akan dimampukan untuk menjalani masa prapaskah dengan baik.

Saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus Tersalib.

       Injil hari ini juga mengisahkan secara singkat tentang Yesus yang berada di padang gurun selama empat puluh hari. Di padang gurun Yesus berdoa dan berpuasa sebelum memulai karya-Nya mewartakan Injil Kerajaan Kasih Allah. Pada masa persiapan ini diceritakan juga bahwa Yesus dicobai iblis dan Yesus menang atas iblis.  Dalam usaha membina diri, tidak jarang juga kita dihadapkan pada bermacam-macam pencobaan. Bentuknya bermacam-macam namun intinya tetap sama yaitu mau menghalangi kita untuk lebih dekat dengan Allah yang maha kasih. Seperti yang pernah dialami Yesus ketika Ia berada di padang gurun, kita juga mengalami pencobaan dalam banyak bentuk di padang gurun kehidupan kita. Inti dari berbagai godaan itu tetap sama yaitu mau memisahkan kita dari Allah.

       Godaan yang kita hadapi saat ini bisa berupa harta kekayaan, jabatan, kehormatan, kuasa, kenikmatan dan kesenangan duniawi lainnya. Kita digoda untuk mengejar kesuksesan tanpa usaha, mengharapkan hasil yang memuaskan tanpa kerja keras, dan kerap ketika hasilnya tidak sesuai harapan, kita menyalahkan Tuhan dan orang lain. Kita tergoda untuk mendapatkan jabatan, kuasa dan kehormatan, meski kenyataannya kondisi diri kita tidak pantas berada pada level itu,  sehingga kita berusaha mendapatkan keinginan itu dengan cara menjatuhkan  bahkan menghancurkan kehidupan orang lain. Kita tergoda untuk menikmati sebanyak mungkin apa yang ditawarkan dunia kepada kita. Kita tergoda untuk bermalas-malasan, dan memusatkan perhatian pada diri sendiri. Kita tergoda untuk percaya kepada berita hoaks, untuk menyebarkan berita buruk tentang orang lain dan untuk menjelekan orang lain.

       Apa yang membuat kita kerap jatuh ke dalam pencobaan? Bila kita jujur, kita menemukan bahwa kita kerap tidak tegas dalam menghadapi berbagai cobaan itu. Kita sering berkompromi dengan godaan-godaan itu dan bila jatuh kita begitu mudah memaklumi diri sendiri dan menganggap semuanya baik-baik saja. Itulah kelemahan yang membuat kita gampang terhanyut oleh tipu muslihat setan.

Saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus Tersalib.

       Kemenangan Yesus atas cobaan iblis adalah buah dari doa, ketekunan, kesabaran, komitmen dan kedekatan relasi-Nya dengan Allah. Belajar dari Yesus, agar kita menang atas segala godaan iblis, marilah kita membangun kebiasaan doa yang benar, menambah ketekunan dalam mengolah diri, memperkuat kesabaran untuk menghadapi berbagai peristiwa hidup, memperdalam komitmen untuk berubah, dan mempererat relasi kita dengan Allah. Untuk mewujudkan hal-hal ini, maka seruan pertobatan yang dikumandangkan injil hari ini harus kita laksanakan. Inti pertobatan kita adalah percaya akan penyelenggaraan Allah dan akan kerahiman dan belas kasihan-Nya atas hidup kita. Ketika kita menyadari hal ini maka kita akan selalu memiliki kekuatan untuk berkata tidak kepada setiap godaan dan cobaan yang mendatangi kita.

Saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus Tersalib.

       Marilah kita berjalan bersama Yesus di masa Prapaskah ini. Kita percaya bahwa kerahiman dan belas kasih Allah akan memampukan kita untuk menjalani masa Prapaskah ini dengan baik dan penuh cukacita. Allah tidak menuntut kesempurnaan dari kita dalam menjalani laku tapa di masa Prapaskah ini. Yang Allah inginkan adalah keterbukaan dan komitmen diri kita untuk berjuang dan untuk percaya kepada penyelenggaraan dan kerahiman-Nya atas hidup kita. Semoga usaha-usaha manusiawi kita untuk menjalani hidup dengan benar di masa Prapaskah ini disempurnakan oleh rahmat kasih Allah. Amin.

Salam Passio!

"SEMOGA SENGSARA YESUS SELALU HIDUP DI HATI KITA"

 

Video: https://www.youtube.com/watch?v=SGEAr76MSB0 

 

Leave a comment