Motivasi dari Pater Jenderal Pasionis untuk Yubileum Kongregasi

Author | Minggu, 31 Mei 2020 12:15 | Dibaca : : 222
Motivasi dari Pater Jenderal Pasionis untuk Yubileum Kongregasi

Merenungkan tema Yubileum: Memperbarui Misi Kita: Syukur, Nubuat, Harapan, saya mendorong semua anggota Kongregasi untuk secara aktif memotivasi anggota keluarga Pasionis untuk: Dengan rendah hati mengenang masa lalu dengan penuh syukur kepada Allah Yang Maha kasih dan Penyayang yang telah memberkati kita (syukur); membaca tanda-tanda zaman dan menemukan cara-cara baru untuk evangelisasi yang berpusat pada Sengsara Yesus Kristus (nubuat) dan memukan rencana dan janji Allah untuk masa depan yang lebih bermakna (harapan).

Perayaan tiga abad berdirinya Kongregasi adalah perayaan karisma yang harus kita nyatakan dengan kata-kata dan karya. Fokusnya harus “tetap menghidupi” dan mewartakan karisma dan bukan lembaga. Hal ini bukanlah sebuah perayaan kebesaran atau kesuksesan kita; melainkan adalah perayaan berkat Allah selama tiga abad ini dan kesetiaan yang tak terhitung banyaknya dari para Pasionis yang, melalui hidup dan misi mereka, dan terlepas dari kelemahan dan keterbatasan manusiawi mereka, tetap menghidupkan kenangan akan Sengsara Yesus sebagai karya nyata dari kemurahan hati dan cinta Allah.

Saya berharap bahwa Yubileum ini akan dirayakan dalam terang pembaruan kita sebagai Pasionis, baik pribadi maupun komunitas. Semua perayaan yang terencana harus diarahkan kepada:

Memperdalam komitmen kita untuk tetap menghidupkan kenangan akan Sengsara Yesus sebagai ungkapan terbesar kasih Allah bagi semua orang dan semua ciptaan.

Menemukan cara baru dan kontemporer untuk mewartakan memoria ini (Memoria Pasionis). Pembaruan misi kita dalam mewartakan Injil Sengsara.

Merenungkan tema Yubileum: Memperbarui Misi Kita: Syukur, Nubuat, Harapan, saya mendorong semua anggota Kongregasi untuk secara aktif memotivasi anggota keluarga Pasionis untuk: Dengan rendah hati mengenang masa lalu dengan penuh syukur kepada Allah Yang Maha kasih dan Penyayang yang telah memberkati kita (syukur); membaca tanda-tanda zaman dan menemukan cara-cara baru untuk evangelisasi yang berpusat pada Sengsara Yesus Kristus (nubuat) dan memukan rencana dan janji Allah untuk masa depan yang lebih bermakna (harapan).

 

Salam Passio!

“Semoga Sengsara Yesus Kristus selalu Hidup di Hati Kita.”

 

P.Avensius Rosis,CP

Ditahbiskan menjadi imam dalam Kongregasi Pasionis pada 18 Agustus 2009 di Gereja Katedral Jakarta. Februari 2016 - Juli 2017 berada di Melbourne, Australia. Sekarang bertugas mendampingi para Novis Pasionis di Biara Santo Gabriel dari Bunda Berdukacita, Batu, Malang. | Profil Selengkapnya

www.gemapasionis.org | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Leave a comment