Santo Gabriel dari Bunda Berdukacita

Author | Selasa, 03 Januari 2017 11:33 | Dibaca : : 4975
Santo Gabriel dari Bunda Berduka Cita Santo Gabriel dari Bunda Berduka Cita

Hari Pesta : 27 Februari

Santo Gabriel adalah anak kesebelas dari tiga belas anak dari Sante Possenti, pengacara dan Gubernur Assisi, Italia. Ia lahir pada 1 Maret 1838 dan dibaptis dengan nama Francis. Gabriel dididik di perguruan tinggi Jesuit di Spoleto. Ibunya meninggal ketika orang kudus muda ini masih kecil.

Ia bergabung dengan Jesuit saat berumur tujuh belas tahun setelah ia bersumpah untuk melakukannya jika sembuh dari penyakit yang sangat berbahaya, namun ia ditunda untuk memasuki novisiat. Ayahnya, yang salah memahami makna sesungguhnya dari panggilan religius berusaha keras untuk menghalangi anaknya. Selain tantangan dari ayahnya yang mau, ia juga berhadapan dengan sifat dan keinginan masa mudanya untuk bergabung bersama teman-temannya. Namun, ia telah dikhususkan oleh Allah untuk mengabdi kepada Hati Maria yang Berdukacita. Bunda Maria  membantu dia dalam kelemahannya untuk bertahan selama masa pencobaan ini.

Pemuda tampan, cerdas, berbakat dan berkepribadian baik ini, ketika masih remaja, menetapkan hatinya pada satu hal yang melampaui apa pun di dunia ini. Menjawab panggilan dari Tuhannya yang Tersalib, ia bergabung dalam Kongregasi Pasionis di tahun 1856, pada umurnya yang ke-18 tahun. Tanggal 22 September 1857 ia mengikrarkan kaul sebagai Pasionis dengan mengambil nama Frater Gabriel dari Bunda Berdukacita. Pusat dari spiritualitasnya adalah untuk mempelajari dan meniru kebajikan Penderitaan Juruselamat kita seperti tercermin dalam Hati Maria yang Berdukacita.

Gabriel menunjukkan teladan hidup sebagai religius, yang diisi dengan tobat dan penyangkalan diri. Ia dihormati rekan-rekannya karena sikapnya yang ramah tamah, devosinya kepada Sakramen Mahakudus dan cinta kasihnya yang luar biasa kepada Maria Berdukacita dan Yesus Tersalib. Ia terserang TBC sebelum ia ditahbiskan menjadi imam dan meninggal di biara Isola del Gran Sasso, Abruzzi pada 27 Februari 1862 . Pada saat menghadapi ajal, dia mendekapkan gambar Yesus Tersalib dan Bunda Maria pada dadanya sambil berseru : "Ya, Bundaku, datanglah segera!".

Ia telah mencapai kesucian yang luar biasa hanya dalam waktu singkat sebagai seorang Pasionis. Hanya lima tahun setelah kematiannya, ibadah mingguan untuk menghormatinya dimulai di Gereja St. Michael, Union City, NJ. Selama lebih dari 55 tahun, ribuan mukjizat, beberapa di antaranya sangat luar biasa, telah terjadi karena devosi kepada Kristus Tersalib dan Bunda Maria Berdukacita melalui pengantaraannya. Ia dikanonisasi sebagai Santo oleh Paus Benediktus XV pada 13 Mei 1920. Saat ini Gereja St. Gabriel di Isola del Gran Sasso (Teramo) menjadi salah satu tempat ziarah yang paling ramai di seluruh Italia. 

Santo Gabriel dari Bunda Berdukacita juga diberi tempat khusus dalam Gereja sebagai pelindung kaum muda.

 

 ---SEMOGA SENGSARA YESUS KRISTUS SELALU HIDUP DI HATI KITA---

 

 

P.Avensius Rosis,CP

Ditahbiskan menjadi imam dalam Kongregasi Pasionis pada 18 Agustus 2009 di Gereja Katedral Jakarta. Februari 2016 - Juli 2017 berada di Melbourne, Australia. Sekarang bertugas mendampingi para Novis Pasionis di Biara Santo Gabriel dari Bunda Berdukacita, Batu, Malang. | Profil Selengkapnya

www.gemapasionis.org | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Leave a comment