Renungan Hari Minggu Biasa IV (Mrk, 1:21-28)

Author Fr. Dedyanto, CP | Selasa, 16 Februari 2021 02:04 | Dibaca : : 18
Renungan Hari Minggu Biasa IV (Mrk, 1:21-28)

Bacaan Pertama        : Ul. 18:15-20

Mazmur Tanggapan  :  PS: 854

Bacaan Kedua           : 1Kor.7:32-35

Bacaan Injil               : Mrk. 1:21-28

 

RENUNGAN

Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus Tersalib.Tema yang saya angkat untuk menjadi bahan refleksi kita pada hari Minggu ini adalah TERBUKA UNTUK DIBENTUK OLEH KUASA KASIH TUHAN.

Injil Markus pada hari Minggu IV ini mengisahkan kepada kita tentang orang-orang yang takjub akan pengajaran dan perbuatan Yesus di Kapernaum. Apa yang membuat mereka takjub?

Pertama, orang-orang takjub ketika mendengarkan pengajaran Yesus. Mengapa? Karena Yesus mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli taurat. Ketika para ahli Taurat mengajar hanya dengan mengunakan kata-kata, Yesus tampil mengajar dengan kata-kata bermakna dan tindakan yang menyelamatkan. Yesus mengajar dengan kata-kata yang penuh dengan kuasa yang dapat menyembuhkan banyak orang. Mengajar menjadikan orang berpendidikan, mencerdaskan orang dalam hidup agar tahu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Sebagai pembawa kabar gembira yang datang dari Allah, apa yang Yesus ajarkan merupakan hal-hal baik yang mampu merubah pola pikir dan pola hidup banyak orang.

Kedua, orang-orang takjub akan tindakan Yesus yang mengusir roh jahat dari tubuh seorang penduduk Kapernaum.Roh jahat tahu bahwa Yesus adalah “Yang Kudus dari Allah." Roh jahat yang merasuki orang tersebut tidak menghendaki kehadiran Yesus, namun roh itu tidak memiliki daya untuk menolak maupun melawan perintah Yesus yang menyuruhnya keluar dari tubuh yang dirasukinya. Roh jahat tidak mampu mengganggu dan menghalangi Yesus. Orang-orang kagum karena melihat kuasa ilahi bekerja dalam pelayanan Yesus,baik ketika mengajar mereka maupun ketika mengusir roh jahat. Yesus mengusir roh jahat hanya dengan kata-kata, bukan dengan dengan kekuatan lain seperti yang dilakukan kebanyakan tabib pada jaman itu. Di sini Markus ingin menyajikan suatu pemahaman bahwa apa yang diajarkan Yesus bukan perkataan yang hampa melainkan suatu sabda penuh kuasa mengenai kekuatan Allah yang menyelamatkan umat-Nya. Dalam diri Yesus terungkap kuasa dan kekudusan Allah sendiri. Pengajaran dan tindakan Yesus menampakkan keilahian Allah.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus tersalib.

Seperti yang kita ketahui, Roh jahat merupakan makhluk yang jahat. Ia selalu mencari cara untuk mencobai kita, dan mengarahkan kita untuk menjauhi Allah. Sesungguhnya roh jahat tidak memiliki kekuatan kekal dan tidak berbahaya bagi jiwa yang bersatu dengan Allah. Karena itu, kita harus terus berjuang untuk bersatu dengan Allah dan memohon kuasa Allahuntuk melindungi kita dari kekuatan jahat. Hanya Tuhan yang berkuasa mengusir roh jahat. Kalau kita tidak menerima kehadiran Tuhan dalam hidup kita, kita sesungguhnya sedang mengundang roh jahat untuk masuk dalam lingkungan hidup kita dan mengendalikan diri kita untuk menjauhi Allah.Karena itu, hanya ada satu cara agar kita dapat kuat menghadapi roh jahat, yaitu menerima Kristus dan pewartaan-Nya tentang Kerajaan Allah ke dalam diri dan dunia kita.

Kemampuan yang ada dalam diri Yesus menarik  perhatian dan minat orang-orang banyak untuk mencari Dia, untuk datang dan menemui-Nya. Mereka datang untuk menanggapi kabar gembira yang diwartakan oleh Yesus dengan mendengarkan pengajaran-Nya dan untuk disembuhkan oleh-Nya. Hal ini menunjukan bahwa orang-orang banyak itu datang karena tertarik dengan kabar yang telah tersiar tentang Yesus, juga karena mereka ingin memperoleh keselamatan, mereka membuka diri dan hati, membiarkan sabda Yesus masuk ke dalam diri mereka dan membiarkan diri disembuhkan oleh Yesus. Orang-orang yang sakit dan yang kerasukan roh-roh merupakan gambaran ketidaksempurnaan manusia. Ketidaksempurnaan manusia disebabkan oleh kuasa jahat yang membelenggu dirinya. Kuasa jahat ini menguasai mereka sehingga mereka menjadi orang-orang yang malang dan menderita. Dalam keadaan demikian, mereka berusaha mencari keselamatan. Mereka datang dari daerah mereka masing-masing, entah itu kota yang terkenal sebagai kota suci maupun kota yang dikenal sebagai kota orang kafir. Dan keselamatan itu mereka temukan dalam diri Yesus.

Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus Tersalib.

Terkadang kita disibukkan dengan rutinitas duniawi kita untuk memenuhi kebutuhan lahiriah kita. Bahkan tidak sedikit orang yang sibuk mengejar apa yang dinamakan dengan kekayaan, jabatan, kesuksesan, popularitas dan sebagainya, hingga melupakan hal terpenting dalam hidupnya, yakni Tuhan. Sebaliknya, tidak sedikit juga orang yang mengimani Tuhan, berbicara tentang Tuhan dan mewartakan Tuhan namun tidak mengamalkannya dalam hidup sehari-hari. Kita harus mendamaikan kedua hal ini, yakni mendengarkan firman Tuhan dan melaksanakannya dalam perbuatan kasih kepada sesama. Dengan mendengarkan Firman Tuhan dan melaksanakannya, kita dapat menciptakan dunia yang damai dan aman untuk didiami.

Saudara-saudara dalam kristus yang harus kita Ingat

Kita telah belajar bagaimana Yesus mengajarkan kebaikan dan melakukan kebaikan itu dengan menyelamatkan orang yang kerasukan setan dan menyembuhkan orang-orang yang sakit lainnya. Dengan itu kita dapat melihat bahwa di satu pihak Tuhan Yesus telah menyatakan kuasa-Nya yang besar atas kehidupan kita, di lain pihak Ia menunjukkan teladan kepada kita tentang kehidupan yang sejati.

Makna apa yang dapat kita petik dari refleksi ini?

Pertama, kita dipanggil untuk  membuka diri dengan memberikan otoritas penuh kepada Tuhan atas kehidupan kita. Kita harus menjadi pribadi yang rendah hati dengan terbuka untuk dibimbing dan dituntun oleh kuasa Tuhan. Kita harus selalu siap membuka diri untuk dibaharui dan dibentuk oleh kuasa Tuhan. Dengan membuka diri untuk dituntun oleh kekuatan Tuhan, kita akan dimampukan untuk melawan berbagai pengaruh buruk dari roh jahat yang kerap hadir di dalam kehidupan kita.

Kedua, kita dipanggil untuk belajar dari Yesus, dengan mendengarkan sabda-Nya dan melaksanakan sabda itu dalam tindakan kasih kepada sesama di kehidupan sehari-hari. Rasul Yakobus mengatakan “Iman tanpa perbuatan adalah mati.” Kata-kata ini mengundang kita untuk menjadi seperti Kristus yang menunjukkan karya cinta-Nya dalam menyelamatkan manusia, bukan hanya dengan mengajarkan kabar gembira, melainkan juga dengan menjadikan diri-Nya sebagai kabar gembira bagi sesama manusia.

Akhirnya, di masa sulitnya hidup akibat pandemi virus corona ini, marilah kita dengan rendah hati membuka diri untuk dituntun oleh kuasa Tuhan, sambil terus meneladani Yesus dengan menjadi manusia yang penuh kasih bagi sesama…

 

Salam Passio!

“SEMOGA SENGSARA YESUS SELALU HIDUP DI HATI KITA”

 

Video: https://www.youtube.com/watch?v=WLWH0U8RJ6I

Leave a comment