Kasih Sebagai Penggenapan Hukum Allah

  • Rabu Pekan III Prapaskah 2019
Author | Rabu, 27 Maret 2019 00:00 | Dibaca : : 2347
Kasih Sebagai Penggenapan Hukum Allah Ilustrasi

Matius 5:17-19

“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya"(ay. 17).

Para ahli Kitab Suci mengalami kesulitan untuk mendamaikan kata-kata Yesus ini dengan semangat pembebasan-Nya dalam banyak hal mengenai Sabat. Yesus tidak menolak Perjanjian Lama orang Yahudi, tetapi membawanya kembali ke dasarnya, yakni cinta akan Allah dan sesama. Inilah inti dari Hukum Taurat dahulu dan sekarang: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu ... dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Matius 22: 37-39 ).

Yesus menekankan aspek lain dari hukum yakni bahwa hidup kita harus utuh, sehingga orang dapat mengenal prinsip-prinsip kita dari perilaku kita, dan ini merupakan hal yang lebih penting daripada mampu mengajar orang lain tentang hukum Allah. "Lebih sulit untuk menhidupi satu khotbah daripada berkhotbah selusin."

Mari kita akhiri refleksi singkat kita dengan doa dari Mazmur: “Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan; tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku. (Mazmur 25: 4-5).

 

Salam Passio!

"Semoga Sengsara Yesus Kristus Selalu Hidup di Hati Kita"

P.Avensius Rosis,CP

Ditahbiskan menjadi imam dalam Kongregasi Pasionis pada 18 Agustus 2009 di Gereja Katedral Jakarta. Februari 2016 - Juli 2017 berada di Melbourne, Australia. Sekarang bertugas mendampingi para Novis Pasionis di Biara Santo Gabriel dari Bunda Berdukacita, Batu, Malang. | Profil Selengkapnya

www.gemapasionis.org | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Leave a comment