Tangan Kasih Tuhan

Author | Selasa, 21 Februari 2017 10:28 | Dibaca : : 3684
Ilustrasi Ilustrasi

Santo Paulus dari Salib kerap menggunakan gambaran laut dan perahu untuk mengungkapkan kepasrahan pada kehendak dan bimbingan Tuhan. Melalui kotbah-kotbah dan surat-suratnya ia mengajak kita untuk meletakkan seluruh hidup kita ke dalam Tangan Kasih Tuhan : "Letakkan dirimu ke dalam tangan kasih Tuhan, seperti kapal yang tidak didayung dan tanpa layar, melepaskan diri sepenuhnya kepada alunan gelombang lautan, membiarkan diri dituntun oleh tangan-Nya."

Ia mengajak kita untuk selalu berdoa agar kita senantiasa terbuka untuk dituntun oleh Tangan Kasih Tuhan : "Ya Allah, aku ingin melepaskan segala sesuatu untuk mengabdikan diriku seutuhnya kepada-Mu. Aku mempersembahkan diriku sepenuhnya kepada kehendak-Mu. Sebab aku percaya Engkau lebih mengetahui apa yang aku butuhkan daripada diriku sendiri. Aku ingin menerima dengan pasrah dalam hidupku segala sesuatu, terang maupun gelap, penghiburan dan bencana, salib, penderitaan dan sukacita. Aku memuji-Mu dalam segala sesuatu yang Engkau percayakan kepadaku. Di atas semuanya itu, aku menaruh kepercayaanku dan membiarkan diriku dituntun oleh tangan-Mu yang penuh kasih."

Kepada beberapa sahabatnya Santo Paulus dari Salib menulis surat yang berisi ajakan kepada mereka (dan kepada kita saat ini) untuk meletakkan seluruh hidup ke dalam Tangan Kasih Tuhan dan membiarkan semuanya berada dalam tuntunan rahmat-Nya.

Aku menasihatimu untuk menempatkan dirimu ke dalam Tangan Kasih Tuhan dan engkau tidak perlu takut sebab Ia akan menggenggammu dengan penuh cinta.

St. Paulus dari Salib untuk Uskup Gattinara, 11 Maret 1721

Jika aku mengalami rasa sakit akibat kelelahan dan penyakit, aku akan menyerahkan diriku ke tangan dokter, tetapi lebih dari itu ke dalam Tangan Kasih Allah.

St. Paulus dari Salib untuk Agnes Grazi, 28 Juni 1739

Mari kita letakkan semua pekerjaan kita ke dalam Tangan Kasih Tuhan yang mengetahui  apa yang kita perlukan untuk hidup.

St. Paulus dari Salib Kardinal Lawrence Altieri, 9 Maret 1732

Mari kita menempatkan semua impian akan masa depan ke dalam Tangan Kasih Tuhan dan membiarkan Dia bertindak untuk membuat semuanya baik.

St. Paulus dari Salib untuk Fr. Thomas Mary Struzzieri, C.P., 25 Maret 1749

Oh betapa aku menasihatimu untuk meletakan harapanmu ke dalam Tangan Kasih Tuhan dengan berusaha bertindak menurut kehendak-Nya: 'Semoga rencanamu dan kehendak Tuhan akan terlaksana.

St. Paulus dari Salib untuk Vincent Bertolotti, 4 Februari 1755

Serahkan dirimu dengan tulus dan tanpa keraguan ke dalam Tangan Kasih Tuhan. Biarkan Ia menuntunmu sesuai dengan kehendak-Nya.

St. Paulus dari Salib untuk Agnes Grazi, 22 Oktober 1740

Aku tidak tahu ke mana harus berpaling. Aku akan melakukan apa yang aku bisa. Aku telah meletakkan segala sesuatu ke dalam Tangan Kasih Tuhan dan membiarkan Ia menuntunku.

St.Paulus dari Salib untuk Fr. Fulgentius Pastorelli, C.P., 9 November 1748

 

KE DALAM TANGAN KASIH-MU TUHAN

Ketika aku merenungkan kembali apa yang kupikirkan tentang hidupku
Aku kagum pada harga yang aku pilih untuk dibayar
Dan berpikir bahwa aku telah mengabaikan apa yang benar-benar penting,
Aku berpikir bahwa pengorbanan akan terlalu besar
Tetapi ketika aku akhirnya mencapai titik akhir untuk menyerah,
Aku menemukan bahwa salib-Mu memanggilku kembali.
Dan meskipun melewati jalan berat untuk bertahan hidup,
Aku tidak pernah merasa kehilangan hidupku.

Aku telah disalibkan bersama-Mu, namun aku hidup,
dan bukan aku lagi tetapi Engkau yang hidup dalam diriku.
Salib-Mu tidak akan melebihi apa yang bisa aku pikul.
Dan sekecil apapun salibku, Engkau memikul bersamaku.
Hingga kutemukan bahwa bukan kekuatanku, tetapi kekuatan-Mu yang memampukanku.
Tidak ada pengorbanan yang lebih besar selain pengorbanan yang telah Engkau berikan untukku.
Karena aku telah disalibkan bersama-Mu maka aku tetap hidup.

Saat aku mendengar panggilan-Mu untuk menderita setiap hari,
Aku berkata akan tunduk di bawah beratnya beban Kalvari dan membiarkan diriku dituntun oleh tangan kasih-Mu
Sebab apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Engkau.
Aku berusaha melepaskan segala sesuatu supaya aku memperoleh Engkau
dan berada dalam Engkau
Bersekutu dengan-Mu dalam penderitaan, serupa dengan-Mu dalam kematian,
dan mendapatkan mahkota kebangkitan.

Aku tahu, memilih jalan ini tak mudah bagiku
Kelemahan diri dan dunia menghimpitku untuk menyerah                                                        
Namun, Engkau yang adalah alfa dan omega, awal dan akhir telah berjanji,
akan menuntunku dengan tangan kasih-Mu dan menyertaiku hingga akhir waktu di hidupku
Dan percaya akan janji itu, meski lelah kadang melumpuhkanku, aku terus berjuang
Sebab aku tahu bahwa segala sesuatu yang Engkau kehendaki dan lakukan akan tetap ada untuk selamanya…

 

P.Avensius Rosis,CP

Ditahbiskan menjadi imam dalam Kongregasi Pasionis pada 18 Agustus 2009 di Gereja Katedral Jakarta. Februari 2016 - Juli 2017 berada di Melbourne, Australia. Sekarang bertugas mendampingi para Novis Pasionis di Biara Santo Gabriel dari Bunda Berdukacita, Batu, Malang. | Profil Selengkapnya

www.gemapasionis.org | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Leave a comment