Kata-Kata Terakhir Santo Paulus dari Salib di Hari Kematiannya

Author | Kamis, 19 Oktober 2017 23:26 | Dibaca : : 5419
Santo Paulus dari Salib Santo Paulus dari Salib

Paulus dari Salib
Biara Yohanes dan Paulus
30 Agustus 1775

 

Sebelum hal lain, saya dengan rendah hati merekomendasikan kata-kata yang Yesus sampaikan kepada murid-murid-Nya : "Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”

Lihatlah, saudara-saudaraku terkasih, apa yang kuinginkan dari padamu dengan sepenuh hatiku, kalian yang hadir di sini, begitu pula semua religius yang sekarang memakai jubah penebusan dosa dan berkabung dalam kenangan akan penderitaan and kematian Penebus Ilahi kita yang penuh kasih, dan juga semua orang yang oleh Rahmat Ilahi akan dipanggil di masa depan ke dalam kawanan kecil Yesus Kristus ini.

Selanjutnya, saya berpesan kepada semua, terutama kepada mereka yang akan menjadi pemimpin, agar selalu berbuah di dalam Kongregasi semangat doa, semangat keheningan, dan semangat kemiskinan. Biarkan mereka memastikan bahwa, jika mereka mempertahankan tiga hal ini, Kongregasi "akan bersinar seperti matahari di hadapan Allah dan bangsa-bangsa. "

Saya berpesan dengan penekanan khusus kasih sayang kepada Ibu Suci Gereja dan ketaatan kepada kepalanya yang terlihat, Uskup Roma. Para religius pasionis harus selalu berdoa siang dan malam untuk Gereja dan untuk Paus. Para religius pasionis juga harus berusaha untuk bekerja sama, sejauh kemampuan mereka, demi kebaikan Gereja dan untuk keselamatan jiwa-jiwa yang miskin melalui misi, retret, dan karya lainnya yang sesuai dengan semangat kita, dan mewartakan agar tertanam di dalam hati semua orang devosi kepada Sengsara Yesus Kristus dan Dukacita Suci Santa Perawan Maria.

Saya berpesan secara kusus supaya para religius berdoa dengan penuh semangat bagi Bapa Suci kita saat ini agar Rahmat Ilahi mempertahankan dia dengan kebijaksanaan untuk waktu yang lama demi kebaikan Gereja-Nya dan menghiburnya dengan keberhasilan dalam setiap usahanya. "Semoga dia menginginkan apa yang berkenan kepada Tuhan, dan membawa kehendak Allah dengan segenap kekuatannya." Untuk alasan inilah saya akan dan selalu bahkan setelah kematianku terus mengucapkan Litani Orang Suci, meskipun ini tidak ada dalam aturan.” Sebagai tanda kebaikan hatiku, rasa hormat, dan rasa syukur terhadap Bapa Suci, saya mempersembahkan kepadanya gambar kecil dari Bunda Berdukacita yang sekarang saya miliki dan selalu saya gunakan.

Saya juga ingin berpesan bahwa Kongregasi kita sangat berhutang budi pada Anthony Frattini dan seluruh keluarganya, karena mereka telah dengan tulus hati menyumbangkan begitu banyak yang mereka miliki untuk membawa Kongregasi ke Roma. Saya meninggalkan pesan ini agar di hari kematian Anthony dan istrinya, Agatha, mereka yang selalu saya bawa dalam doa kepada Tuhan dengan segenap hati agar mereka memiliki umur yang panjang, pemakaman berlangsung di gereja ini, dan setiap tahun pada ulang tahun kematian Anthony, ada sebuah misa ulang tahun untuk jiwanya dan untuk almarhum keluarganya.

Saya juga berhutang budi kepada Dokter Giuliani, yang telah membantu merawat saya dengan penuh cinta selama saya sakit. Saya menyampaikan pesan terakhir ini agar jika dia ingin mundur dari dunia dan ingin bersama kita berada di kaki Sang Tersalib dan mempersiapkan diri untuk kematiannya, dia akan diterima dengan baik dan diperlakukan dengan penuh cinta.

Akhirnya, dengan wajah penuh debu dan dengan tangisan hatiku yang miskin, aku meminta maaf kepada semua religius, saudara-saudaraku terkasih di dalam Kongregasi, semua yang hadir di sini dan yang tidak hadir, atas semua kekurangan yang saya lakukan selama menjadi pemimpin, yang saya jalankan untuk melakukan kehendak Tuhan selama bertahun-tahun. Oh, maafkan saya, karena ketika saya pergi ke keabadian, saya hanya meninggalkan kepadamu contoh buruk saya. Namun, saya harus mengakui bahwa saya tidak pernah memiliki niat untuk melakukan hal-hal itu, tetapi sebagai pemimpin saya selalu berusaha untuk menjaga kekudusan dan kesempurnaan hatimu.

Oleh karena itu, saya sekali lagi meminta maaf, dan saya mempersembahkan jiwa saya yang miskin ini kepadamu agar Tuhan dapat menerima saya ke dalam rahim rahmat-Nya, seperti yang saya harapkan, melalui kenangan akan Penderitaan dan Kematian Suci-Nya.

Ya, Yesus terkasih, saya berharap, meskipun saya adalah orang berdosa, semoga saya akan berada di dekat-Mu dan berjumpa dengan-Mu di surga, dan pada saat kematianku semoga dapat memberi-Mu pelukan suci untuk tetap bersatu dengan-Mu selamanya dan untuk menyanyikan belas kasihan-Mu selamanya dan  mempersembahkan kepada-Mu Kongregasi miskin ini, yang merupakan buah Salib-Mu, buah penderitaan-Mu, buah kematian-Mu, dan saya berdoa kepada-Mu agar selalu memberikan berkat bagi semua religius dan para penderma Kongregasi yang miskin ini.

O Perawan Tak Bernoda dan Ratu Para Martir, dengan penderitaan yang engkau alami karena Penderitaan dan Kematian Putra terkasihmu, berilah kami berkat keibuanmu dan lindungilah kami semua di bawah mantel keibuanmu.

Lihatlah, saudara-saudaraku terkasih, semua kenangan yang kutinggalkan kepadamu bersama dengan segenap hatiku yang miskin ini.

Saya meninggalkanmu dan saya akan menunggumu di surga, dimana saya akan selalu berdoa untuk Yang Mulia Bapa Suci, untuk Gereja yang sangat saya cintai, untuk kalian semua, untuk semua Kongregasi, untuk para penderma, keluarga para religius dan untuk semua orang yang harus saya doakan.

Saya meninggalkan kalian semua, yang hadir di sini, yang tidak hadir dan yang di masa depan bersatu bersama Kongregasi yang miskin ini, berkat saya: "Semoga berkat dari Tuhan Yang Maha Esa, Bapa, Putera, dan Roh Kudus turun ke atasmu dan tinggal selamanya."

 

P.Avensius Rosis,CP

Ditahbiskan menjadi imam dalam Kongregasi Pasionis pada 18 Agustus 2009 di Gereja Katedral Jakarta. Februari 2016 - Juli 2017 berada di Melbourne, Australia. Sekarang bertugas mendampingi para Novis Pasionis di Biara Santo Gabriel dari Bunda Berdukacita, Batu, Malang. | Profil Selengkapnya

www.gemapasionis.org | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Leave a comment