Bahagiaku adalah doaku

Author | Selasa, 31 Januari 2017 16:20 | Dibaca : : 2302
September 2015 di Danau Galilea - Israel September 2015 di Danau Galilea - Israel Foto : Dokumentasi Pribadi

Salam passion dan salam persaudaraan buat sahabat-sahabatku, para pencinta Kristus Tersalib!

Orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita (Mazmur, 68:4).

Beberapa orang selalu terlihat bahagia. Bahkan ketika mereka mengalami sakit atau kesulitan, mereka tetap tersenyum dan berpikir positif. Beberapa orang selalu terlihat tidak bahagia, mereka mengeluh dan hanya melihat sisi negatif dari situasi apa pun. Bagaimana dengan diri kita? Apakah kita adalah orang-orang yang bahagia atau tidak?

Kita menyadari bahwa menjadi bahagia adalah sebuah pilihan sekaligus perjuangan yang tidak mudah. Sebab kebahagiaan yang melahirkan sukacita menuntut dari kita kesediaan untuk menerima apa yang kita miliki dan mensyukuri semua hal yang terjadi dalam hidup kita.

Tentu masih segar dalam ingatan kita apa yang dikatakan Yesus dalam Kotbah di Bukit tentang Kebahagiaan Sejati (Lihat Refleksi Hari Minggu Biasa IV). Yesus mengajak kita untuk menjadi pribadi yang berbahagia. Bahagia karena kita percaya dan mengandalkan Tuhan dalam hidup kita.

Kebahagiaan yang Yesus maksudkan dalam Kotbah di Bukit adalah sebuah keadaan batin, kebahagiaan yang lahir dari dalam hati sebagai hasil dari rasa syukur dan persatuan dengan Allah, bukan produk dari keadaan atau tindakan eksternal. Kebahagiaan ini berasal dari dalam dan merupakan sesuatu yang suci dan tetap merupakan bagian dari semangat hidup kita.

Pada kesempatan ini saya tidak memberikan tips bagaimana menciptakan kebahagiaan dalam hidup, karena saya percaya bapak, ibu, saudara dan saudari telah memiliki tips itu. Saat ini saya ingin mengajak bapak, ibu, saudara dan saudari untuk berdoa agar kita boleh menikmati kebahagiaan sejati di setiap waktu di sepanjang hidup kita.

Aku berdoa …

Aku berdoa, ya Tuhan, untuk kebahagiaanku.
Aku berdoa agar aku memiliki hati yang ceria.
Aku berdoa agar sesamaku tertarik pada senyuman bahagia, sikap positif dan wajahku yang bersinar karena sukacita.

Aku tahu, ya Tuhan, bahwa Engkau telah menciptakan aku dan sesamaku untuk bahagia, untuk menemukan sukacita dan tawa dalam setiap tahap dan pengalaman hidup yang berbeda-beda.

Aku berdoa agar aku dapat menghadirkan Engkau dalam sukacitaku.
Aku berdoa agar aku selalu memiliki hati yang gembira.
Aku berdoa agar pandanganku selalu positif terhadap Engkau, diriku, sesamaku, hidupku dan duniaku.
Aku berdoa agar hidupku menjadi perjamuan sukacita yang abadi bersama orang-orang kecintaanku di sepanjang hidupku.
Aku berdoa agar aku menemukan dan merasakan nikmatnya aroma kasih-Mu di dalam hidupku, bahkan ketika salib hidupku terasa begitu berat untuk kupanggul.

Aku berdoa agar di setiap hari aku memiliki hati yang ceria di rumah, di sekolah, di jalan, di kantor, di sawah, di ladang, di laut, di udara, di gunung, di lembah dan di manapun aku berada.

Aku berdoa agar kebahagiaanku membawa sukacita bagi sesamaku.

Aku berdoa agar aku selalu bahagia.

Aku berdoa, ya Tuhan.

Amin.

P.Avensius Rosis,CP

Ditahbiskan menjadi imam dalam Kongregasi Pasionis pada 18 Agustus 2009 di Gereja Katedral Jakarta. Februari 2016 - Juli 2017 berada di Melbourne, Australia. Sekarang bertugas mendampingi para Novis Pasionis di Biara Santo Gabriel dari Bunda Berdukacita, Batu, Malang. | Profil Selengkapnya

www.gemapasionis.org | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Leave a comment