P.Avensius Rosis,CP

P.Avensius Rosis,CP

Ditahbiskan menjadi imam dalam Kongregasi Pasionis pada 18 Agustus 2009 di Gereja Katedral Jakarta. Februari 2016 - Juli 2017 berada di Melbourne, Australia. Sekarang bertugas mendampingi para Novis Pasionis di Biara Santo Gabriel dari Bunda Berdukacita, Batu, Malang. | Profil Selengkapnya

Website URL: http://www.gemapasionis.org  

Kongregasi Pasionis didirikan oleh santo Paulus dari Salib (1694-1775) dengan penekanan khusus pada Sengsara Yesus Kristus. Para anggotanya disebut “Pasionis” dan, sebagai inisial, pada ujung nama tiap anggota dibubuhi singkatan C.P.

Hidup Dan Karya Pasionis Di Indonesia

Kamis, 23 Agustus 2018 13:18

70 tahun Pasionis di Indonesia dan 25 tahun rumah pembentukan Pasionis di Malang merupakan rentang dan isi yang kaya. Kaya akan aneka halnya. Keutuhan dari kenyataan sering kali luput dari daya cerap dan abstraksi manusia. Berhadapan dengannya saya hendak mengekspresikan dalam kata “Kehadiran”. Meskipun tak pernah cukup – dan senantiasa demikian – dalam mengungkapkan realitas, tetapi perlu dikerjakan demi suatu pemaknaan.

Tulisan ini dihadirkan dalam kerangka kesadaran akan saat ini. Mengungkapkan Kehadiran sekarang. Kehadiran yang mengalir. Cara kerja yang demikian hendak mengatakan bahwa pembagian terhadap Kehadiran tak pernah tegas dan total. Meskipun demikian, usaha ke arah itu tetap diupayakan demi suatu pemaknaan yang lebih baik. Inilah yang sering dinamakan tonggak-tonggak kehidupan.

Pius Campidelli menjawab “ya” bagi kehendak Allah dalam hidupnya, berusaha menempatkan Kabar Baik Yesus dalam praktek di mana ia berada dan di antara teman-temannya, memancarkan pengharapan terus-menerus dan kegembiraan dalam hidup, menghargai hubungan antara Gereja dan wakilnya, tanah air dan bangsanya yang tercinta.

Demikianlah alasan mengapa Gereja memutuskan untuk membeatifikasinya sekaligus menjadikannya model dalam Tahun Orang Muda Sedunia (International Year of Youth) 1985. St. Yohanes Paulus II, ketika masih menjadi paus waktu itu, menyatakan bahwa pencarian orang muda masa kini hampir tersembunyi di balik kehidupan yang sangat biasa dari Pius Campidelli.

Dominikus Barberi adalah seorang pribadi yang sederhana dan saleh. Seorang yang sederhana dan saleh biasanya memiliki komitmen hidup yang kuat dan utuh. Dominikus berdiri di atas kedua fondasi itu. Dia menghidupi kedua dasar itu dan hal itu tampak dari hidup dan karya kerasulannya. Dominikus lahir di Viterbo, Italia Tengah, pada tanggal 22 Juni 1792, dari keluarga petani miskin. Ayahnya Giusppe Barberi seorang Italia tulen, ibunya Maria Antonia Pacelli adalah seorang wanita yang saleh (Marziali, 1988:3). Pada usia 11 tahun ayahnya meninggal dunia. Lalu ia dibesarkan di bawah asuhan ibunya. Ibu Maria Antonia berusaha keras mendidik anak-anaknya dalam ketakutan suci akan Allah, dalam hormat akan benda suci, dalam kebencian akan segala dosa dan terutama akan kebaktian kepada Bunda Maria. Ia selalu berdoa rosario bersama ibunya.

Ku Relakan Kau Pergi

Kamis, 23 Agustus 2018 12:38

Arie adalah anak yang baik, tetapi terkadang ia juga memiliki sikap yang sombong dan angkuh. Ketika SMP Arie paling suka menulis cerpen, terutama cerpen-cerpen romantis. Hal itu membuat ia mudah memikat hati wanita. Meskipun demikian ia tak pernah berpacaran. Hanya seorang wanita yang membuat Arie tak bisa mengingkari perasaannya. Berulang kali ia menulis cerpen tetapi secara diam-diam mengagumi wanita itu. Kini wanita itu menjadi kekasihnya.

Sejarah Kongregasi Pasionis Provinsi “Maria Ratu Damai” (REPAC) Indonesia boleh dikatakan unik. Unik karena merupakan hasil penyatuan atau buah persilangan antara dua Provinsi sebagai ibu, yaitu Provinsi “Mater Sanctae Spei” (SPE) – Belanda dan Provinsi “Maria SS. della Pietà” (PIETà) – Italia. Tulisan singkat ini akan memaparkan sejarah perjalanan, meskipun tidak lengkap, dari Misi Pasionis Provinsi SPE dan Provinsi PIETà yang masing-masing membentuk Vikariat Regional, kemudian penyatuan kedua Vikariat Regional tersebut hingga terbentuknya Provinsi REPAC Indonesia.

Selama masa Paskah, khususnya pada Jumat Agung, kita, orang-orang Kristen memusatkan perhatian pada penderitaan Yesus Kristus dan kematian-Nya di kayu salib. Beberapa pembaca blog www.gemapasionis.org meminta saya untuk menemukan beberapa catatan penting terkait dengan kronologi waktu peristiwa kematian Yesus. Berikut ini beberapa catatan singkat yang dapat saya berikan terkait dengan Kronologi Waktu Kematian Yesus itu. Ini hanya sebuat informasi singkat, karena itu untuk memperdalam pengetahuan tentang hal ini, para pembaca dapat membaca teks-teks Kitab Suci yang dicatat di sini dan juga dapat membaca sumber-sumber lain yang berkaitan dengan Kronologi Waktu Kematian Yesus.

3 Hari Mencari Cinta

Rabu, 28 Maret 2018 08:34

Kita telah memulai pekan terbaik di seluruh tahun liturgi. Berabad-abad yang lalu pekan ini  disebut ‘Pekan Agung'. Sekarang kita menyebutnya 'Pekan Suci'. Kita berjalan dengan Yesus di setiap langkah-Nya di jalan ke Kalvari. Kita telah memulai hari ini dengan kemenangan-Nya memasuki Yerusalem. Di sana kita telah bergabung dengan orang banyak yang mengaku, menyambut, dan bertepuk tangan sebagai Juruselamat mereka. Kita melakukannya dengan antusiasme dan kegembiraan yang tak terbatas.

Lima puluh tiga tahun yang lalu sebuah lagu untuk perdamaian berjudul Turn, Turn, Turn oleh Pete Seeger dan dinyanyikan oleh The Byrds mendapat ranking pertama dari sekian banyak lagu pada tahun itu. Lirik seluruhnya didasarkan pada Bab 3 dari Kitab Pengkhotbah dalam Alkitab. Di dalamnya termasuk kalimat: 'Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk berkabung dan ada waktu untuk menari'. Paskah akan menjadi waktu bagi kita untuk tertawa dan menari. Tetapi hari ini Gereja membawa kita pada saat menangis dan berkabung ketika kita menanggapi firman Tuhan tentang penderitaan Yesus.

Simon dari Kirene 01

Minggu, 18 Maret 2018 09:29

Jutaan orang selama berabad-abad telah bekerja keras dan berjuang untuk membuat nama mereka dicatat dalam sejarah, namun Simon dari Kirene malah dipaksa masuk ke dalam halaman sejarah. Tanpa satu kejadian tak terduga atau lebih tepat disebut insiden dalam hidupnya, dia tidak akan pernah dikenal. Kejadian hari itu membuat Simon dikenal di seluruh dunia di mana Injil Yesus Kristus diwartakan.

Halaman 7 dari 21