Kematian Yesus Dan Kehidupan Kita
Yohanes menekankan kepada kita bahwa Allah mengaruniakan bagi kita Yesus Kristus agar kita tidak binasa tetapi memperoleh hidup. Allah mengaruniakan Yesus bagi kita untuk mati di kayu salib demi membayar utang dosa kita dan memberi kita hidup baru, hidup yang berkelimpahan. Kematian Yesus sebagai Anak domba Allah adalah pengorbanan yang sempurna dan tanpa cacat celah. Yesus mengalami penderitaan, orang mengira Ia kena tulah, dipukul, ditindas, tertikam dan diremukkan oleh karena kejahatan kita (Yesaya 53:4-5) supaya kita tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal.
Passion : Jalan Hidup Yang Mengubah Kehidupan
Ketika kita merenungkan kata "passion" kita dibawa ke dalam misteri Tuhan Yesus, yang menyerahkan diri-Nya ke tangan orang-orang berdosa dan menderita sengsara hingga wafat di salib. Kalimat ‘menyerahkan diri’ membawa kita pada pengertian bahwa "passion" tidak hanya mengungkapkan sebuah kisah penderitaan tetapi lebih jauh sebagai sebuah jalan hidup yang Yesus ambil untuk menyelamatkan manusia.
Getsemani dan Jawaban Dalam Kesendirian
September 2015 saya mendapat kesempatan berharga untuk ziarah ke tanah suci berkat kebaikan Pastor Paroki St. Philipus Rasul di Jakarta (P. Doni, CP) dan 28 umat paroki yang tergabung dalam grup ziarah saat itu. Sungguh merupakan sebuah pengalaman bernilai dan kenangan indah yang tersimpan rapih di hati dan jiwa saya. Ziarah di tempat-tempat suci di Mesir, Israel, Palestina dan Yordania membuat saya mengalami lebih dekat peristiwa-peristiwa yang dikisahkan dalam Kitab Suci.
Passion
Penderitaan Yesus masih merupakan sebuah misteri yang tidak mudah untuk dipahami. Begitu banyak pertanyaan yang muncul berkaitan dengan Sengsara Yesus. Film Mel Gibson "The Passion of Christ" telah menimbulkan begitu banyak kontroversi. Sejak itu kata Passion telah menjadi bahan pembicaraa dan hadir dalam benak jutaan orang di dunia. Apakah arti sengsara Yesus itu?